Agusrianto Kadir, Presiden KEMA FSD UNM. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KEMA) Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM), Agustrianto Kadir menyatakan sudah mediasi dengan Presiden BEM Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Fadilah Abdilah. Hal tersebut ia sampaikan melalui pesan Whatsapp, Selasa (22/10).

Tak hanya itu, pesan tersebut mengatakan bahwa ia sudah mediasi bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III) FBS, FSD maupun Wakil Rektor Bidang Kerjasama (WR IV) Gufran Darma Dirawan. Ia juga menyatakan akan menyelesaikan kejadian ini dengan damai terhadap dan berusaha untuk mengantisipasi kejadian ini agar tidak terulang lagi.

“Kalau soal kelanjutannya itu tadi, saya dan Pres BEM FBS sudah dimediasi dengan WD III FSD, WD III FBS bersama WR IV UNM. Kedua belah pihak sepakat untuk damai dan meredam kejadian yang akan terjadi kedepannya,” katanya.

Pria yang akrab disapa Tryan ini menuturkan, untuk kasus pengrusakan dan penikaman kasus tersebut sedang ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian setempat. Disamping itu, pihak korban pun keberatan dan melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.

“Namun kalau soal pembakaran, pengrusakan dan penikaman itu tetap ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dan hal itu digugat oleh oknum yang dirugikan,” tuturnya.

Mahasiswa angkatan 2016 ini berharap kejadian ini semoga tidak akan terulang lagi karena sangat merugikan. “Pertimbangannya dari WR IV kasih solusi seperti itu karena jangan sampai kedepannya masih berlanjut ini masalah, kalau keluarga pihak yang dirugikan sendiri yang melapor tidak apa-apa dan seperti itu hasil mediasi tadi,” tutupnya.

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan