UNM.COM- Ihsan Purnama, satu-satunya massa aksi Universitas Negeri Makassar (UNM) mahasiswa dari Fakultas Seni dan Desain (FSD) yang mengecat seluruh tubuhnya saat kembali turun aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (30/9). (Foto: Sila - Profesi)

PROFESI-UNM.COM– Ihsan Purnama, satu-satunya massa aksi Universitas Negeri Makassar (UNM) mahasiswa dari Fakultas Seni dan Desain (FSD) yang mengecat seluruh tubuhnya saat kembali turun aksi yang ke tiga kalinya dalam menuntut dibatalkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) yang tidak pro rakyat. Aksi ini berlangsung di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (30/9).

Ditengah berlangsungnya aksi, Ihsan pun maju kedepan massa aksi dengan membacakan puisi ciptaannya sendiri. Berikut naskah puisi yang disampaikannya:

Sang saka malu anggun berkibar, sebab tiang tak lagi tegak menopang. Gemulai egosentris terbingkis manis sehingga wujud merdeka tumbang tragis.

Lentera juang memaksa menembus terang dalam ruang sejuta aksi tanpa reaksi ulah birokrat negeriku menunggani pemberani dalam struktur estetis perbudakan di tanah para pejuang.

Pemuda bangsa resah menanti di depan gerbang, sehingga berkobar semangat juang bergerak menantang
Namun orasi hanya menggelitik telinga para aktor berdasi, yang merubah sumpah menjadi sampah.

Meski sorotan terik mentari mengucurkan keringat perjuangan
Ikhlas darah mengalir menopang titah kemerdekaan berpijak tegar melawan lupaini gerakan, ini perjuangan, bukan pemberontakan.

Kami wujud cinta sempurna sejarah masa depan bangsa
Ini sumpah bukan sampah

Reporter: Nur Fazila