PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) lagi-lagi turun melakukan aksi tuntutan. Aksi ini berlangsung di depan gedung FIS, Kamis (5/9).

Aksi yang dilakukan hari ini melayangkan lima tuntutan kepada birokrasi kampus sebagai berikut:

  1. Merealisasikan ruang kegiatan bagi lembaga kemahasiswaan, baik itu berupa alternatif sementara maupun pengadaan ruang kegiatan untuk jangka panjang.
  2. Memberikan dokumen komponen BKT (Biaya Kuliah Tunggal) sebagai bentuk transparansi kepada mahasiswa.
  3. Meminta dokumen hasil pengajuan revisi anggaran yang akan diajukan dalam bentuk pengajuan administratif.
  4. Meminta penjelasan terkait beberapa pengadaan anggaran yang terdapat di FIS
  5. Membentuk tim verifikasi UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan menindaklanjuti berkas penyesuaian UKT yang telah diajukan BEM FIS

Hubungan Masyarakat, Arham mengatakan aksi ini dilakukan berawal dari keresahan dari teman-teman, melihat tuntutan aksi sebelumnya belum terealisasikan. Sudah banyak cara yang sudah dilakukan seperti dialog, yang pada saat itu pimpinan berjanji untuk merealisasikan terkait apa yang menjadi keluhan dari teman-teman di FIS. sehingga Ia mengangkat Grand Isu “Stop Janji, saatnya realisasikan”.

“Bahkan ada yang dijanjikan dari tahun 2018 kemarin namun tidak ada bentuk realisasi apapun yang kami terima sampai sekarang. Makanya kami melakukan aksi demonstrasi baru-baru ini, Tapi lagi-lagi tidak ada hasil dan berjanji ji terus. Katanya, Bulan sekian ada mi itu. Pas bulan yg dijanjikan, tidak ada ji juga realisasinya. Makanya turun ki lagi hari ini sebagai kelanjutan dari aksi kemarin,” katanya

Mentri Sosial Politik ini juga menekankan, Jika kelima poin tadi pimpinan tidak segera merealisasikannya, mereka di lembaga kemahasiswaan sudah menyatakan sikap akan terus melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak dan tekanan yang lebih besar lagi.

“Apapun itu kami tidak akan berhenti sampai tuntutan kami direalisasikan,” tambahnya

Massa hari ini juga lebih banyak. Bahkan dua hingga tiga kali lipat dari massa yang kemarin.

Mahasiswa angkatan 2016 ini berharap, semoga ada etikat baik dari pihak birokrasi untuk merealisasikan tuntutannya, karena itu sudah menjadi tanggungjawab mereka ketika ada persolan di kampus dan dibutuhkan juga keseriusan tindak lanjut dari pimpinan fakultas untuk menanggapi hal tersebut.

“Lagian ini persoalan hak mendasar mahasiswa. Seperti misalnya peninjauan kembali (penurunan) UKT bagi mahasiswa yang tidak sesuai kemampuan ekonominya. Terakhir, kurang lebih 40 berkas penyesuaian UKT yang diajukan BEM FIS UNM ke Fakultas, hanya 3 berkas yang terealisasi penyesuaian UKT nya. Kendala yang didapat karna tidak adanya tim/orang-orang yang ditunjuk langsung untuk memverifikasi berkas penyesuaian UKT mahasiswa maupun melakukan verifikasi faktual dilapangan. Itu salah satu tuntutan kami agar segera direalisasikan.” harapnya.(*)

*Reporter: Nur Fazila