PROFESI-UNM.COM – Sebanyak 21 tim yang diutus tim Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Universitas Udayana, Bali telah berada sejak tiga hari lalu. Kegiatan ini berlangsung sejak 27 hingga 31 Agustus mendatang. Selama empat hari mereka akan berjuang untuk memperebutkan medali dengan 125 perguruan tinggi lainnya.

Di hari ketiga pelaksanaan Pimnas, UNM masih menyisahkan 15 tim yang belum mendapat jatah presentasi setelah kemarin mereka telah menampilkan enam tim lainnya.

Astrianty, salah satu ketua tim perwakilan UNM mengatakan hari ini semua tim dipastikan akan tampil. Pasalnya, jadwal yang disediakan panitia hanya dua hari. “Kemarin kan sudah ada enam tim lain yang sudah melewati tahap presentasi. Kami masih tersisa 15 tim lagi,” ungkap mahasiswa Angkatan 2017 ini.

Mahasiswa asal Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini menambahkan jadwal presentasi dilakukan secara acak. Jadi, semua peserta tidak tahu pukul berapa mereka akan tampil.

Astrianty bersama timnya akan mempresentasikan hasil penelitiannya tentang pemberdayaan narapidana wanita melalui metode ekspresive writing untuk mengatasi masalah trauma psikilogis. Melalui penelitian ini, mereka mencoba mendampingi para narapidana perempuan yang mengalami trauma Psikologi.

“Kami akan melakukan pendampingan melalui tulisan dengan metode expresive writing yang kami percaya mampu mengatasi trauma psikologis,” terangnya.

Adapun 15 tim yang akan presentasi hari ini di antaranya Transformasi Epos I La Galigo kedalam Bentuk Serial Webtoon sebagai Media Pembelajaran Karya Sastra Klasik Bugis, Peran Bissu di Era Modern sebagai Pemelihara dan Pelestari Budaya Bugis Klasik, Penggunaan Tindak Tutur Dokter dalam Komunikasi Medis dan Pengaruhnya terhadap Emosi Pasien, Pengembangan modul-membaca menulis kritik dengan pendekatan reflektif untuk pendidikan anti korupsi di smp, Pemberdayaan Narapidana Wanita Melalui Metode Expressive Writing untuk Mengatasi Masalah Trauma Psikologis, Sekolah Impian bagi para “Gepeng” sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan di Kabupaten Jeneponto, Pengaruh Kelong Pepe-pepeka Ri Makka terhadap Kemampuan Debus pada Tari Tradisional Makassar dan delapan judul lainnya. (*)

*Reporter: Muh Nur Taufik

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0