(Foto: Int - kumparan)

PROFESI-UNM.COM – Perayaan hari buku sedunia diperingati setiap tanggal 23 April. Perayaan ini diorganisir pertama kali oleh Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO) di tahun 1995.

Hari Buku Sedunia, dikenal pula dengan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia dan Hari Buku Internasional, merupakan hari perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 23 April yang diadakan oleh UNESCO untuk mempromosikan peran membaca,[1] penerbitan, dan hak cipta. Di Inggris, hari perayaan ini jatuh pada hari Kamis pertama setiap bulan Maret. Hari Buku Sedunia dirayakan pertama sekali pada tanggal 23 April 1995.

Hubungan antara 23 April dengan buku pertama sekali dibuat oleh toko buku di Catalonia, Spanyol pada tahun 1923. Ide awalnya berasal dari penulis Valencia, Vicente Clavel AndrĂ©s sebagai cara untuk menghargai penulis Miguel de Cervantes yang meninggal pada tanggal tersebut. Pada tahun 1995, UNESCO memutuskan Hari Buku Sedunia dan Hari Hak Cipta Sedunia dirayakan pada tanggal 23 April, sebab tanggal tersebut juga merupakan hari kematian William Shakespeare dan Inca Garcilaso de la Vega,[2] serta hari lahir atau kematian beberapa penulis terkenal lain. “Dikutip dari Wikipedia”

Di Indonesia sendiri, hari buku pertama kali dilaksanakan pada tahun 2006 dengan prakarsa Forum Indonesia Membaca yang didukung oleh berbagai pihak, baik itu pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat umum. Namun, di Indonesia memiliki sedikit perbedaan dengan perayaan buku tersebut.

Indonesia menetapkan hari buku pada tanggal 17 Mei. 17 mei sendiri dipilih karena bertepatan dengan pendirian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di Jakarta pada tanggal 17 mei 1980. Selang 32 tahun kemudian sejak diresmikannya Perpustakaan Nasional dan mulai menjamurnya Perpustakaan-perpustakaan, toko-buku-toko-buku, kios, lapak, pasar dll -baik ditingkat Pusat maupun Daerah.

*Rara Astuti