Presiden BEM UNM, Dwi Resi Hardianto saat berdialog dengan pihak Bawaslu. (Foto: Wahyu)

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi berstatus Badan Layanan Umum (BLU) 5 April lalu, Presiden terpilih Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, Dwi Rezki Hardianto pun ikut berkomentar mengenai hal tersebut, Jumat (12/4).

Ia menyampaikan rasa tidak setujunya dengan status pengelolaan keuangan UNM yang sekarang sudah berstatus BLU. Menurutnya, hal tersebut akan buruk bagi orientasi pendidikan kedepannya.

“Kalau layak berarti kami pun menerima BLU kapanpun itu. Tapi secara sistem pun ini akan semakin membuka pintu industrialisasi pendidikan”. Jelasnya.

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini melanjutkan, kurangnya badan usaha UNM yang bisa menutupi UKT mahasiswa dan akan dibebani dengan biaya yang tinggi.

“Kira-kira apa badan usaha UNM yang bisa menutupi UKT Mahasiswa? Masih kurang kan? Kemungkinan besar juga UKT mahasiswa akan naik.” tuturnya.

Ia berharap implementasi dari BLU ini bisa di jalankan UNM dan bisa menjadi solusi untuk mengurangi UKT dari mahasiswa.

“Semoga aja BLU ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi UKT dari teman2 mahasiswa,” tutupnya (*)

*Reporter: Mardikayanti B.K

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0