Deputi Menteri BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno menyampaikan materi pada acara seminar Energi UNM. (Foto: Muh. Ilham Akbar)

PROFESI-UNM.COM – Deputi Menteri BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno membahas peran Kementerian BUMN dalam mengawal ketahanan energi nasional Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan pada seminar energi yang berlangsung di Ballroom Teater Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) lantai 3, Jum’at (18/1).

Fajar mengungkapkan bahwa saat ini konsumsi energi di Indonesia bergantung pada pemanfaatan energi fosil sebesar 96% yang meliputi minyak bumi 48%, batubara 30% dan gas 18%. Hal ini mengakibatkan cadangan energi fosil di Indonesia kian menurun tiap tahun.

Menghadapi tantangan industri energi tersebut, BUMN membentuk program konsolidasi dan akuisisi ‘Holding Migas’. Lanjut, ia menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan agar kebutuhan energi kelak dapat tercukupi.

“Holding BUMN sangatlah penting, melihat pemanfaatan energi sekarang belum cukup,” jelasnya.

Selain itu, dalam kegiatan yang juga mengundang Direktur Utama PT. Pertamina Persero, Nicke Widyawati sebagai narasumber. Dirinyan mengaku, Kementerian BUMN turut pula melakukan berbagai peningkatan ekspor dan substitusi impor serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui ‘Rumah Kreatif BUMN’.


*Reporter: Muhammad Ilham Akbar. B/ Editor: Wahyu Riansyah