Nur Saddam, Ketua Meprwa UNM terpilih periode 2018-2019, saat bertandang ke Redaksi LPM Profesi UNM, Jumat (23/11)(Foto: Nurul Atika-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Berjalan delapan bulan, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Universitas Negeri Makassar (UNM) belum juga mendapatkan solusi dari pokok permasalahan lembaga kemahasiswaan (LK) saat ini. Saat bertandang ke Redaksi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi di Jalan Mallengkeri Luar No 25, Jumat (23/11), Ketua Maperwa UNM, Nur Saddam menjelaskan permasalahan yang terjadi selama ini.

Sejak terpilih menjadi Ketua Maperwa, Nur Saddam telah bertemu dengan Rektor UNM, Husain Syam untuk mencari solusi masalah LK saat ini. Rektor, kata Saddam saat itu ingin melakukan Mubes ulang. Namun hal tersebut tidak disepakati oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dwi Resky Hardianto, sehingga Mubes ulang tersebut belum terlaksana

“Maunya rektor itu diganti Presiden BEM. Bahasanya kemarin itu pak rektor harus dilakukan Mubes ulang,” katanya.

Karena tidak adanya kesepakatan antara Rektor dengan BEM UNM saat ini, sehingga lembaga kemahasiswaan tertinggi di universitas ini tidak berjalan dengan baik. Hingga saat ini, dua lembaga tersebut belum mendapatkan legalitas dari pimpinan.

Meskipun tanpa legalitas, Maperwa UNM tetap terus berusaha untuk menjalankan lembaga tersebut, karena telah ada pengakuan dari LK fakultas sebelumnya. Apalagi pengurus dan susunan jabatan di Maperwa telah ada.

Dari sembilan fakultas, hanya dua yang tidak berafiliasi di Maperwa UNM.

“Kalau kami di Maperwa sudah ada strukturnya itu mulai dari Mubes lalu. Cuman pelantikannya yang belum ada,” katanya.

“Delegasi dari FIP ada tiga orang termasuk saya. FE tiga orang, FIS tiga orang, FPsi tiga orang, FBS tiga orang, FSD dua orang, dan FIK satu orang. Kalau delegasi FT sama FMIPA tidak ada,” tambahnya.

Diawal kepengurusan, kata Saddam, semua pengurus Maperwa aktif dalam melaksanakan tugasnya ataupun saat rapat. Namun setelah beberapa bulan, sejumlah pengurus sudah tidak aktif lagi.

“Ditengah kepengurusan, sejumlah pengurus sudah malas, maksimal 10 orang yang datang. Saya juga tidak tahu gara-gara apa karena saya juga tidak tahu bagaimana psikologinya teman-teman,” ungkapnya.

Karena melihat kondisi BEM dan Maperwa UNM dalam keadaan tidak stabil, Nur Saddam meminta sikap tegas dari semua LK di fakultas. Karena BEM dan Maperwa bisa berjalan dengan baik jika ada dukungan dari semua pihak yang ada di fakultas.

Nur Saddam juga telah mencoba mengumpulkan semua LK fakultas dan membahas persoalan ini, namun belum ada kesepakatan ataupun sikap yang diambil oleh LK fakultas. (*)

*Reporter: Wahyudin