Focus Group Discussion (FGD) Peserta KKN-Terpadu UNM sektor Mamuju bahas mutu pendidikan. Acara ini berlangsung Aula Kantor Camat Kalukku Kabupaten Mamuju, Kamis (22/11)(Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Pelatihan Lapangan (PPL) Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM) sektor Mamuju menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Kantor Camat Kalukku Kabupaten Mamuju, Kamis (22/11). Kegiatan ini mengusung tema “Ada Apa dengan Pendidikan Hari Ini?”.

Ketua Panitia, Rahmat Tawil mengatakan kegiatan ini merupakan ide yang mereka peroleh setelah melakukan assessment di masyarakat setempat. Adapun tujuan kegiatan tersebut yaitu, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Mamuju.

“Melihat kurangnya agresifitas pemuda disini membuat kami berpikir mengadakan FGD ini sebagai upaya kami untuk kemajuan mutu pendidikan di Mamuju,” katanya.

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa pembicara yang dinilai ahli di dunia pendidikan. Diantaranya, ada Sekretaris Dinas Provinsi Sulbar, Suardi Mappeabang, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sul-Bar, Isra D Prmulya dan Demisioner Pengurus Koordinator cabang Dinas sekaligus Sekretaris Camat Kalukku, Suyitno.

“Keseluruhan pemateri yang kami undang adalah orang yang ahli dalam dunia pendidikan,” kata Tawil.

Lebih lanjut, mahasiswa jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan ini menuturkan acara ini diikuti oleh 76 peserta. Sebanyak tiga materi yang didiskusikan, diantaranya Pendidikan Masa Lalu, Masa Sekarang dan Masa yang Akan Datang; Peran Pemuda dalam Mengawal Pendidikan; dan Undang-undang dalam Pendidikan.

“Kami pikir materi-materi ini sangat dibutuhkan oleh pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang hadir tadi dalam mengawal dunia pendidikan,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, ketua panitia berharap agar pemuda yang ada di Mamuju semakin bersemangat dan lebih agresif untuk menampilkan performa baru di dunia pendidikan. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi pemantik semangat anak muda untuk mengawal dunia pendidikan menjadi lebih bermartabat di era mendatang,” harapnya. (*)


*Reporter: Andi Dela Irmawati / Editor: Wahyu Riansyah