Ketua Maperwa UNM priode 2017-2018, M. Yunasri Ridho (Sebelah Kiri) menyampaikan materi pada acara Orange Berdiskusi BEM UNM. Acara ini berlangsung di Pelataran Menara Pinisi UNM, Kamis (22/11) Sore. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Diskusi mingguan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) Orange Berdiskusi kembali digelar. Diskusi ini berlangsung di Pelataran Menara Pinisi UNM, Kamis (22/11).

Diskusi ini menghadirkan dua pembicara, diantaranya Ketua Maperwa UNM priode 2017-2018, M. Yunasri Ridho dan Presiden BEM UNM priode 2017-2018, Mudabbir Hasan Basri. Acara ini turut dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di UNM.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan BEM UNM, Fahri mengatakan Diskusi kali ini membahas implementasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UNM sekaligus memahamkan dan menyadarkan mahasiswa agar senantiasa menuntut pencabutan Surat Keputusan (SK) KKN dan potongan UKT diatas semester minimal.

“Untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa alasan kenapa kami menuntut pencabutan SK KKN selama ini,” kata dia.

Fahri melanjutkan, selain sebagai wadah untuk menyadarkan mahasiswa terkait buruknya penerapan UKT dikampus Oemar Bakri ini, diskusi ini juga bertujuan untuk memasifkan massa agar ketika aksi mahasiswa tau dan paham apa yang menjadi tuntutan.

“Supaya ketika mereka turun aksi mereka tau persoalan,” tuturnya.


*Reporter: Wahyu Riansyah