PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa umumnya mengemban tugas sebagai agent of change and agent of control, baik di lingkungan kampus maupun di sekitarnya. Menumbuhkan kepekaan sosial pun dianggap penting bagi mahasiswa guna menunjang tugasnya itu.

Olehanya itu, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FIS UNM menggelar Sekolah Riset dan Advokasi (Orasi) 2018 dengan topik “Bergerak Bersama, Kawal Penindasan, Wujudkan Keadilan”.

Berlangsung di Rumah Adat Wajo, Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, kegiatan Orasi diikuti oleh mahasiswa baru PPKn, Jumat-Minggu, (16-18/11). Pelaksanaannya digagas bidang advokasi HMJ PPKn FIS UNM.

Ketua Bidang Advokasi HMJ PPKn, Randi menuturkan Orasi 2018 bertujuan untuk meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap kondisi sosial masyarakat maupun di lingkungan kampus. Peserta juga diharapkan mampu menjadi kader yang paham dalam pemahaman isu dan implementasi advokasi.

“Kami berharap, kegiatan ini memberikan pemahaman lebih dalam bagi peserta tentang advokasi isu dan membentuk kesadaran mahasiswa agar tak pragmatis, apatis dan hedonis,” kata Randi.

Randi menilai, tak sedikit mahasiswa saat ini menerapkan perilaku apatis dan hedonis. Olehnya itu, mahasiswa baru perlu untuk mengikuti kegiatan Orasi 2018 sebagai dasar untuk mulai memahami kondisi sekitarnya.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjadi pemerhati terhadap keadaan kampus, tapi juga persoalan umum yang sedang dihadapi masyarakat. “Agen of change dan sosial of control bukan lah tugas yang mudah, makanya mahasiswa harus memiliki pemahaman yang lebih dalam berkaitan persoalan keadaan sosial,” ujarnya.

“Agar mahasiswa sudah bisa berada di titik kesadaran kritis bukan lagi pada titik kesadaran naif atau magis,” tambahnya

Mahasiswa baru, kata Randi tentu masih sulit untuk memahami problematika kampus secara mendalam. Itulah yang menjadi tugas fungsionaris lembaga untuk memberikan wadah bagi mahasiswa baru guna meningkatkan kesadaran mengenai problem yang kan dihadapi.

“Langkah teknisnya yaitu memberikan kajian-kajian atau semacam diskusi terlebih dahulu. Tidak memaksakan mereka agar takut kepada senior, tapi bagaimana cara kita untuk menumbuhkan kesadaran mereka,” tuturnya.


*Reporter: Erwin Irnandi / Editor: Wahyu R