PROFESI-UNM.COM – Sembilan mata orange, dianggap sebagai simbol persatuan pergerakan mahasiswa di Universitas Negeri Makassar (UNM). Mewakili seluruh fakultas yang bergerak dengan satu tujuan.

Hanya saja, semangat dari istilah 9 mata orange dalam pergerakan mahasiswa di UNM mulai pudar. Hal itu diungkapkan Presiden BEM FIS UNM, Bahrul M dalam diskusi publik dengan topik refleksi pergerakan mahasiswa.

Diskusi tersebut digagas BEM FIS UNM dan HMPS Pendidikan IPS FIS UNM. Turut hadir 8 Presiden BEM Fakultas di UNM pada kegiatan yang berlangsung di Gedung Flamboyan BC 103 FIS UNM, Jumat (16/11).

Mereka mengulas soal perbandingan gerakan mahasiswa, khususnya perbandingan gerakan masa silam, dan masa kini. Bahrul mengatakan gerakan pemuda, khususnya mahasiswa pada era sebelumnya memiliki perbedaan yang jelas. Mulai dari pembentukan organisasi-organisasi pemuda yang kemudian menjadi wadah perjuangan para mahasiswa.

“Melalui aksi demonstrasi, terdapat contoh catatan sejarah gerakan mahasiswa dimana pencapaian gerakan mahasiswa ada beberapa salah satunya, tumbangnya rezim kepemimpinan dari tahun 1966 hingga 1998. Itu pasca kemerdekaan. Dan pra kemerdekaan itu banyaknya organisasi-organisasi pemuda yang terbentuk kemudian menjadi wadah perjuangan gerakan pemuda dan juga mahasiswa,” jelasnya.

Kemudian, Ia menambahkan tujuan diadakannya diskusi publik ini adalah penguatan pemahaman dan kesadaran bergerak bagi mahasiswa secara umum dan khususnya fungsionaris lembaga. Melahirkan sebuah gerakan yang besar, kata dia, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Militansi perlawanan harus ditumbuhkan sejak dini, dan harus beranjak dari kesadaran dan kepedulian yang nyata.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai langkah awal untuk kembali menggelorakan semangat persatuan dan bergerak kita di UNM,” bebernya.

Ia pun mengharapkan 9 mata orange kembali menyatu. Bukan hanya dilingkaran diskusi dan ngopi saja, namun juga dijalan dengan beranjak atas dasar permasalahan bersama.

“Karena 9 mata orange yang merupakan ikon persatuan kita yang ada di UNM,” ujarnya.


*Reporter: Mardikayanti B.K