PROFESI-UNM.COM -Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), UNM menggelar Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia (Narasi) 2018 dengan mengusung tema ‘Bahasa dan Sastra Indonesia Responsif Budaya untuk Penguatan Karakter Bangsa di Era Industri 4.0’. Acara ini diadakan di Ballroom Lt. 2 Menara Pinisi UNM, Sabtu (17/11).

Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Iman Suyitno, guru besar FBS Universitas Negeri Malang; Suminto A. Sayuti, Guru Besar FBS dan Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta; dan Salam, Dosen FBS UNM dan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Gowa. Turut hadir pula Dosen FBS UNM, Usman selaku moderator.

Seminar ini membahas karakter bangsa pemuda, pelajar, dan mahasiswa Indonesia dalam merespon zaman serba digital ini. Iman Suyitno menjelaskan berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia khususnya pemuda di era milenial ini. “Era ini menawarkan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini berdampak pada terbentuknya karakter konsumtif dan serba instan,” terang Suyitno.

Lebih lanjut, Salam menjelaskan mengenai peningkatan kualitas guru dalam membangun karakter kebangsaan pemuda pelajar. Menurut Salam tenaga pengajar harus melek teknologi dan memanfaatkan hal itu dalam melakukan aktivitas belajar mengajar. Namun nilai-nilai kearifan budaya lokal tidak mesti ditinggalkan. “Kita mesti menggunakan teknologi dalam mengajar agar siswa tertarik. Tapi tetap menonjolkan kearifan lokal,” ujar salam di sela-sela pematerian.

Suminto A. Sayuti, turut menambahkan, rasa cinta terhadap kebudayaan sendiri harus dibangun. Budaya lokal mesti di itegrasikan dalam pembelajaran. “Jangan lupakan yang khas Indonesia itu,
Bahasa Indonesia adalah rahim yang melahirkan bangsa yang besar ini,” tegasnya

Seminar Narasi 2018 dihadiri oleh 500 orang. Peserta terdiri dari mahasiswa dari berbagai kampus di indonesia.


*Reporter: Wahyu Riansyah