Salah satu massa aksi memegang papan spanduk bertuliskan 'Save Migas' sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan baru Jokowi terkait harga BBM. (Foto; Wahyu Riansyah-Profesi)
Salah satu massa aksi memegang papan spanduk bertuliskan ‘Save Migas’ sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan baru Jokowi terkait harga BBM. (Foto; Wahyu Riansyah-Profesi)

PROFESI-UNM.COM-Lembaga Kemahasiswaan (LK) se Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.
Aksi tersebut berlangsung di Jalan AP. Pettarani, depan Menara Pinisi UNM, Senin (9/7).

Formatur Presiden BEM UNM, Dwi Rezki Hardianto mengungkapkan tuntutan aksi kali ini ada tiga yakni,

1. Turunkan harga BBM subsidi

2. Turunkan harga gas elpiji

3. Perbanyak stok premium di setiap pertamina

Lanjut, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini menjelaskan bahwa pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla kali ini ingin menjebak rakyat.

“Kita lihat sekarang pemerintah sengaja ingin menjebak masyarakat, dalam artian pasokan BBM subsidi khususnya premium semakin sedikit kemudian dimunculkan BBM non subsidi dalam hal ini pertalite secara perlahan sehingga melangkahi premium. Secara otomatis masyarakat suka tidak suka, mau tidak mau beralih kepada pertalite,” ungkapnya.

[divider][/divider]

Reporter: Muh. Sauki Maulana