Pelaksanaan ujian SBMPTN 2018 di Kampus UNM Gunung Sari. (Foto: Syahru-Profesi)

 

Pelaksanaan ujian SBMPTN 2018 di Kampus UNM Gunung Sari. (Foto: Syahru-Profesi)

PROFESI-UNM.COM-Kuota Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan ditambah sebanyak 200 kursi. Hal ini dilakukan karena calon mahasiswa baru yang dinyatakan lulus jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tidak melakukan pendaftaran ulang.

Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) UNM, Muharram mengatakan, kuota mahasiswa yang disediakan UNM tahun ini ialah sebanyak 7.000 kursi. 30 persen kuota jalur SNMPTN, 40 persen jalur SBMPTN, dan 30 persen jalur Mandiri. Namun karena yang diterima jalur SNMPTN tidak semuanya mendaftar ulang, maka sisanya akan dialihkan ke jalur SBMPTN.

Sehingga tetap bisa memenuhi kuota yang disediakan UNM. “Ada sekitar 200 orang yang tidak mendaftar ulang pada jalur SNMPTN. Jadi kita alihkan ke jalur SBMPTN,” katanya saat diwawancarai di ruang tunggu PR I lantai 6 Menara Pinisi, Kamis (21/6).

Eks Pembantu Dekan Bidang Akademik (PD I) FMIPA ini juga menjelaskan bahwa ada empat faktor yang menyebabkan calon mahasiswa baru tidak melakukan pendaftaran ulang. Salah satunya ialah mereka lulus di sekolah kedinasan dan lebih memilih di sana.

Selain itu, kata Guru Besar Kimia Organik ini, ada juga yang tidak suka dengan jurusan yang mereka lulusi. Karena mereka lulus di pilihan yang kedua ataupun yang ketiga. “Ada juga yang tidak cocok dengan UKTnya, dan terakhir ada yang salah data,” jelasnya.

Jalur SBMPTN merupakan seleksi berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa, dilakukan secara bersama di bawah koordinasi panitia pusat. (Win)

[divider][/divider]

*Tulisan ini telah terbit di tabloid Profesi edisi 227 spesial pengumuman SBMPTN