Ilustrasi (Foto: Int)
Ilustrasi paham radikalisme (Foto: IDN TIMES)

PROFESI-UNM.COM – Paham radikalisme telah mencoba masuk ke perguruan tinggi di Indoensia. Meskipun demikian, masyarakat tidak boleh serta merta menanggapi bahwa kampus merupakan sarang lahirnya radikalisme. Jumat, (8/6)

Pada kasus tertangkapnya tiga terduga teroris di Universitas Riau pada Sabtu (2/6/2018) lalu yang mencoba untuk merakit bom menjadi bukti awal radikalisme mencoba memasuki dunia kampus.

Dikutip dari laman mojok.co dijelaskan bahwa dengan maraknya kasus radikalime yang beredar, Polri bersepakat dengan BNPT atas keharusan seluruh warga Indonesia untuk tetap waspada dan bersama-sama mempersempit ruang gerak terorisme.

Apalagi, Badan Intelijen Negara (BIN) pernah menyebutkan bahwa ada 39 persen mahasiswa yang sudah menjadi radikal-friendly. Dari kewaspadaan inilah, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamli mengeluarkan daftar yang berisi 7 perguruan tinggi negeri (PTN) ternama yang disebut terpapar paham radikalisme:

– Universitas Indonesia.
– Universitas Diponegoro.
– Universitas Airlangga.
– Universitas Brawijaya.
– Institut Teknologi Bandung.
– Institut Pertanian Bogor.
– Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Menyikapi terkait paham radikalisme, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam mengungkapkan bahwa dirinya siap untuk menangkal radikalisme dan terorisme di kampus. Hal tersebut ia ungkapkan usai mengadakan buka puasa bersama di Rumah Jabatan Rektor, Kamis (7/6).

“Saya kemarin, dari sekian ribu perguruan tinggi, itu hanya delapan rektor yang diundang untuk upacara di Gedung Pancasila dalam rangka memberi penguatan bahwa UNM itu siap untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Itu komitmen kita. Percaya bahwa kita berkomitmen,” katanya. Baca http://www.profesi-unm.com/2018/06/07/rektor-unm-siap-menangkal-radikalisme/

[divider][/divider]

*Nurul Atika