Foto bersama pendiri LPM Profesi beserta alumni lainnya dengan PR II UNM Karta Jayadi pada malam puncak Harla 42 di Hotel Lariz Wthree Makassar, Minggu (6/5) malam (Foto: Irham - Profesi)
Foto bersama pendiri LPM Profesi beserta alumni lainnya dengan PR II UNM Karta Jayadi pada malam puncak Harla 42 di Hotel Lariz Wthree Makassar, Minggu (6/5) malam (Foto: Irham – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai kontrol sosial di kampus harus mengedepankan idealisme dalam mengawasi kondisi dan situasi kampus. Tidak boleh diintervensi oleh siapapun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pendiri LPM Profesi UNM, Abdullah Dolah saat menghadiri acara malam puncak hari lahir (Harla) LPM Profesi yang ke 42 di Hotel Lariz Wthree Makassar, Minggu (6/5).

“Lembaga ini murni dikelola dari mahasiswa. Tidak boleh ada intervensi apapun dari birokrat,” katanya.

Sebagai alumni lembaga kuli tinta, Abdullah Dola merasa bangga. Menurutnya LPM Profesi itu hebat dan masih bisa eksis hingga di umur ke 42.

“Tidak semua hal yang dibangun bisa bertahan sampai 42 tahun. Gedung di UNM saja yang sudah dibangun banyak yang rubuh sebelum mencapai umur 42 tahun,” tambahnya.

Abdullah Dola bercerita bahwa dilembaga ada banyak suka maupun duka yang telah dilewatinya. Bahkan Ia pernah dipenjara pada saat orde baru karena mempertahankan idealismenya sebagai jurnalis kampus.

“Badan saya boleh dipenjarakan. Tapi idealisme saya tidak bisa dipenjarakan,” ucapnya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Wahyudin