Pendiri Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Universitas Negeri Makassar (UNM), Abdullah Dollah saat memberi sambutan pada malam puncak Harlah di Hotel Lariz Wthree , Makassar, Minggu (6/5) malam. (Foto: Irham - Profesi)
Pendiri Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Universitas Negeri Makassar (UNM), Abdullah Dola saat memberi sambutan pada malam puncak Harlah di Hotel Lariz Wthree , Makassar, Minggu (6/5) malam. (Foto: Irham – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Pendiri Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM), Abdullah Dola mengatakan bahwa sebagai mahasiswa apalagi yang bergelut di bidang pers, harus memiliki idealisme.

Dalam sambutannya, Abdullah Dola bercerita bahwa dirinya pernah dipenjarakan karena mempertahankan idealismenya. Tidak boleh diintervensi oleh siapapun.

Ia pun menjelaskan bahwa pada zaman dahulu itu sangat sulit untuk melaksanakan latihan jurnalistik, seperti kekurangan dana. Maka dari itu, Pendiri LPM Profesi ini mengajak agar pers nasional dapat membantu demi tercapainya idealisme, karena dirinya tak terima jika kreasi mahasiswa dipenjarakan.

“Anda boleh memenjarakan saya tapi idealisme saya tak bisa di penjarakan,” katanya.

“Saya pernah dipenjara, saya dikawal dengan senjata. Tapi saya katakan, anda boleh memenjarakan saya, tapi idealisme saya tidak bisa dipenjarakan,” katanya saat memberi sambutan pada malam puncak Harla LPM Profesi yang ke 42 di Hotel Lariz Wthree Makassar, Minggu (6/5) malam.

Ia juga mengungkapkan bahwa nama Profesi memiliki makna tersendiri baginya. Dengan nama tersebut diharapkan mahasiswa yang bergelut di lembaga ini kedepannya harus profesional di bidangnya.

“Baik itu dibidang akademik maupun wartawan,” ungkapnya.

Ia pun berpesan kepada para generasi LPM Profesi bagaimana mengatur untuk kedepannya era digital, karna era saat ini telah beda pada zaman dulu. Dimana saat ini mahasiswa dalam empat jam selalu memegang Handphone.

“Tantangan didepan akan banyak, karna ini tinggal kalian bagaimana mencarikan solusi yang tepat untuk kedepannya. Semoga kita semua ini tetap menjaga idealisme kita,” pesannya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Muhammad Iqbal Sukawardana