Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil dan Perencanaan (HMSP) Fakultas Teknik (FT) Universitas NEgeri Makassar (UNM), Zulfikar saat berorasi pada unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung Teknol FT, Kamis (3/5) - (Foto: Wahyudin - Profesi)
Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil dan Perencanaan (HMSP) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Zulfikar saat berorasi pada unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung Teknol FT, Kamis (3/5) – (Foto: Wahyudin – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (PTSP) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) hingga saat ini belum memiliki laboratorium komputer. Padahal peralatan tersebut sangat dibutuhkan di jurusan ini untuk menunjang pembelajaran.

Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil dan Perencanaan (HMSP) FT, Zulfikar mengeluhkan hal tersebut. Pasalnya sejak ia masuk kuliah hingga sekarang sarana tersebut tidak ada.

Padahal di jurusan ini komputer dibutuhkan untuk praktik mata kuliah auto cad. Akibatnya mahasiswa tidak pernah praktik, mereka hanya belajar menggunakan laptop masing-masing.

Sebelumnya mahasiswa jurusan ini telah dijanji oleh Pembantu Rektor Bidang Kerjasama (PR IV) UNM, Gufran Darma Dirawan akan memperadakan 10 unit komputer pada bulan Mei. Namun hingga saat ini bentuk fisik komputer tersebut tak kunjung dilihat oleh mahasiswa.

Saat mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Teknol FT, Kamis (3/5), Zulfikar kembali menagih janji tersebut. Ia mengatakan bahwa peralatan tersebut sangat dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai penunjang pembelajaran. Tapi pihaknya hanya di janji oleh birokrasi kampus.

“Bosanma dengan janji-janji palsu terus,” katanya.

Sementara itu, mantan Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Sipil, Ahmad Rifki Asrib mengatakan bahwa komputer yang dijanjikan tersebut sebenarnya sudah ada. Tetapi belum digunakan karena belum siap untuk dioperasikan.

“Komputernya sudah ada 10 unit. Cuma belum dipakai karena belum ada aplikasi autocadnya. Kita tidak mau pasang juga kalau bukan yang aslinya,” kata Rifki yang sekarang menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) FT ini.

Tetapi pernyataan tersebut dianggap tidak logis oleh Zulfikar. Karena menurutnya kalau persoalan aplikasi itu mudah jika hanya untuk menginstalnya.

“Kita dijanji terusji. Kita mau bukti,” sanggahnya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Kurnia / Editor: Wahyudin