Rektor Universitas Negeri Makssar (UNM), Husain Syam marah saat memimpin upacara Hardiknas di Pelataran Menara Pinisi, Rabu (2/5) - (Foto: Wahyudin - Profesi)
Rektor Universitas Negeri Makssar (UNM), Husain Syam marah saat memimpin upacara Hardiknas di Pelataran Menara Pinisi, Rabu (2/5) – (Foto: Wahyudin – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam marah saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Pelataran Menara Pinisi, Rabu (2/5). Hal tersebut dikarenakan hanya sedikit pegawai yang hadir mengikuti upacara.

“Saya tidak senang, masa hanya 10 orangji yang pakai putih hitam disana. Mana yang lain,” ucap Husain Syam dengan nada tinggi menunjuk ke peserta upacara yang memakai pakaian hitam putih di ujung sebelah kiri.

Eks Dekan FT dua periode ini mengatakan bahwa seharusnya semua tenaga pendidik beserta pegawai UNM tanpa kecuali hadir turut serta dalam menyukseskan setiap kegiatan yang dilaksanakan.

“Tenaga administrasi yang seharusnya hadir mensupport kita, kenapa tidak ada dalam kebersamaan kita,” kata Husain.

Padahal, kata Husain, mereka adalah tenaga kontrak atau tenaga honor yang digaji. Jadi tidak semestinya mereka seenaknya tidak menghadiri acara upacara perayaan Hardiknas.

“Jangan-jangan mereka itu juga setiap hari tidak ada. Itu bahaya kalau uangnya saja selalu masuk di rekeningnya, tapi orangnya tidak masuk di kampus. nah itu bahaya,” tandasnya.

Ia pun menegaskan akan memberi sanksi pegawai yang malas mengikuti acara perayaan yang dilaksanakan UNM. Apalagi jika kedapatan sampai berkali-kali tidak hadir.

“Mulai hari ini catat siapa yang tidak datang, catat namanya, kalau sampai tidak hadir dalam setahun, atau dalam kegiatan hitungannya tiga kali itu langsung saja kasi keluar. Kasi tahu saya supaya langsung saya pecat,” tegasnya.

Guru Besar Teknologi Pertanian ini mengimbau kepada pimpinan fakultas maupun Pascasarjana untuk selalu mengawasi setiap pegawai. Karena menurutnya, jika hal seperti ini dibiarkan, akan berdampak buruk pada lembaga.

“Tolong yah pimpinan unit, bapak ibu dekan bersama PD II, direktur bersama Asdir II, kemudian Kabag dan para Kasubag, itu harus berkoordinasi dengan baik. Kalau memang ada pegawai tidak dibutuhkan yah dikasi keluar saja. ngapain dia ada. Atau kasi tahu saya supaya langsung saya pecat,” ujar Husain. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Wahyudin