Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Hasmyati. (Foto: Dok. Profesi)
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Hasmyati. (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Kehadiran para pemimpin perempuan tak terlepas dari peran R.A. Kartini. Perjuangannya pun membuat banyak orang kagum, khususnya kalangan wanita. Perjuangannya begitu besar dalam memberikan pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan.

Hal tersebutlah membuat salah satu pemimpin wanita di UNM yakni Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Hasmyati yang kagum dengan perjuangannya. Ia mengatakan bahwa hari Kartini ini penuh makna bagi kaum hawa. Tanpa perjuangan Kartini, kemungkinan tak akan ada perempuan yang jadi pemimpin seperti sekarang.

“Kalau tidak ada Kartini, maka saya tidak bisa jadi dekan seperti sekarang. Karena perjuangan beliaulah sehingga kita bisa ada kesetaraan,” katanya saat ditemui di ruangannya sebelum menghadiri acara Women Sharing in Kartini Day di Menara Pinisi, Selasa (24/4).

Hasmyati juga mengungkapkan bahwa perjuangan Kartini dulu sangat berbeda dengan yang sekarang. Ia bercerita bahwa dulu pendidikan hanya diperuntukkan bagi bangsawan. Tapi dengan adanya sosok Kartini yang mendirikan sekolah untuk perempuan, sehingga semua warga negara sudah bisa mengenyam pendidikan hingga ke jenjang paling tinggi tanpa ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

“Kartinilah pejuang kita. Karena kalau tidak ada Kartini, kita mungkin masih terkungkung. Tidak bisa sekolah tinggi dan belum peka profesor seandainya tidak ada itu Kartini,” ungkapnya.

Tak seperti dulu lagi, lanjut Hasmyati, sekarang perempuan sudah banyak yang lebih hebat dari laki-laki. Ia mencontohkan seperti Presiden RI yang kelima, Megawati Soekarno Putri yang pernah memimpin bangsa ini. Tak hanya Megawati, sosok wanita hebat yang ia kagumi juga yakni Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

“Ibu Susi kan lebih hebat dari menteri sebelumnya. Jadi tidak ada lagi yang namanya perbedaan gender. Buktinya juga saya bisa jadi pimpinan sebagai dekan, ibu Lina juga bisa jadi Dekan Fakultas Seni dan Desain,” tambahnya.

Ia pun berharap dengan peringatan hari Kartini ini, kedepan lebih banyak perempan bertalenta yang bisa dikembangkan untuk menjadi pimpinan. Karena menurutnya, gaya kepemimpinan perempuan sedikit berbeda dengan laki-laki. Perempuan memiliki sentuhan kasih sayang.

“Semoga lahir kartini yang lebih hebat lagi. Pesan saya, dimanapun kita berada, apapun kita punya tempat, inspirasi tentang Kartini tidak boleh berubah walaupun dengan cara yang berbeda,” pesannya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Wahyudin