Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (PTSP) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat melakukan aksi di depan Gedung Dekanat FT UNM, Selasa (3/4) - (Foto: Kurnia- Profesi)
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (PTSP) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat melakukan aksi di depan Gedung Dekanat FT UNM, Selasa (3/4) – (Foto: Kurnia- Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (PTSP) Fakultas Teknik (FT) diketahui telah melarang mahasiswa untuk mengikuti praktikum. Hal tersebut disampaikan oleh mahasiswa PTSP yang menggelar aksi di depan Gedung Dekanat, Selasa (3/4).

Salah satu mahasiswa, Saharuddin menyebut bahwa hanya gegara rambut kemudian dosen melarang untuk mengikuti perkuliahan praktikum. Padahal, menurutnya, mereka hanya ingin mengikuti kegiatan akademik sebagaimana mestinya.

“Saya rasa yang harus diperhatikan disini pendidikan, kenapa persoalan gondrong selalu dipermasalahkan,” tuntutnya.

Bahkan, lanjut, ia mengatakan jika tindakan dosen itu sudah termasuk dalam diskriminasi. Sebab, melarangnya untuk ikut praktikum.

“Rambut panjang selalu di diskriminasi, tidak memperhatikan untuk pendidikan yang ada di fakultas teknik itu sendiri,” ujarnya.

Terakhir, ia ingin menunjukkan bahwa mahasiswa dengan rambut gondrong tidak selalu identik dengan preman. Melainkan, mereka memiliki niat yang baik untuk kuliah.

“Tapi kita mau buktikan mahasiswa PTSP bahwasanya anak-anak hanya mau belajar,” tutupnya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Kurnia Hasan/Editor: Wahyudin