Salah seorang mahasiswa Jurusan PLB FIP UNM yang mengalami tunanetra saat menyeberangi saluran air berjalan menuju kelasnya, Jumat (9/3) - (Foto: Ulil - Profesi)
Salah seorang mahasiswa  tunanetra Jurusan PLB FIP UNM saat menyeberangi saluran air berjalan menuju kelasnya, Jumat (9/3) Р(Foto: Ulil РProfesi)

PROFESI-UNM.COM – Sarana dan Prasarana (Sarpas) kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) belum merata dirasakan oleh mahasiswa. Khususnya di Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), masih terdapat beberapa mahasiswa yang tidak bisa menikmati fasilitas kampus karena keterbatasan fisik.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PLB, Ignatia Nandari mengatakan bahwa Sarpas untuk mahasiswa PLB yang mengalami hambatan atau gangguan belum memadai. Seperti halnya empat mahasiswa PLB yang mengalami tunanetra dan tiga yang mengalami tunarungu.

“Sarpas mahasiswa PLB yang mengalami hambatan atau gangguan baik dalam berkomunikasi ataupun aktivitas sehari-hari di kampus amat sangat tidak memadahi. Dan hanya ada beberapa akses untuk jalan itu hanya ada di depan ruang jurusan PLB dan juga di Pelataran Menara Pinisi,” tuturnya.

Mahasiswa angkatan 2014 ini berharap birokrasi memberi perhatian khusus terhadap mahasiswa yang memiliki semangat tinggi untuk menuntut ilmu, namun juga memiliki keterbatasan fisik. Setidaknya menyiapkan prasarana yang bisa diakses dan dirasakan oleh mahasiswa difabel.

“Semoga tidak ada lagi diskriminasi bagi mahasiswa difabel. Dan semoga juga sarpas saudara-saudara kami yang difabel bisa terpenuhi oleh birokrat, karena semua mahasiswa berhak untuk mendapat sarpras yang memadai tanpa terkecuali,” harapnya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Ulil Afiah Az-zakiyah / Editor: Wahyudin