Nurwahyu Islamiah (kiri), Tri Sartika (Tengah) dan Husnul Hatimah (kanan), mahasiswa UNM yang membuat video viral siap dilamar. (Foto: Int)
Nurwahyu Islamiah (kiri), Tri Sartika (Tengah) dan Husnul Hatimah (kanan), mahasiswa UNM yang membuat video viral siap dilamar. (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Dosen Fakultas Psikologi (FPSi) Universitas Negeri Makassar (UNM), Basti Tetteng turut memberikan komentar terkait viralnya tiga video mahasiswa UNM yang siap dilamar.

Basti menganggap bahwa fenomena seperti ini memang memerlukan analisis dari  aspek psikologis oleh mahasiswi tersebut.

“Tampaknya diperlukan analisis psikologis terutama untuk memahami apa sebenarnya yang terjadi pada kepribadian, dan pikiran-pikiran (kognisi) yang melatarbelakangi tindakan itu,” katanya.

Basti juga menjelaskan bahwa perlu menggali secara mendalam alasan mahasiswi tersebut dengan sangat terbuka menyatakan keinginannya mencari jodoh lewat video. Menurutnya, hal semacam ini adalah hal yang tabu bagi perempuan terutama gadis suk Bugis Makassar.

“Perlu diketahui dahulu mengapa perempuan sang pencari jodoh ini begitu jujur menyatakan keinginan mencari jodoh lewat video. Bukankah hal semacam ini tidak lazim bagi perempuan bugis makassar?,” jelasnya saat dihubungi lewat sosial media.

Lanjut, dirinya juga mengatakan fenomena ini secara tidak langsung memberikan  gambaran bahwa perempuan masa kini semakin sulit mencari jodoh, sehingga membuat  video semacam itu dianggapnya sesuatu yang wajar. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: St. Rezky Amelia / Editor: Wahyudin