Seorang mahasiswa saat berjalan menuju Gedung Kampus V Universitas Negeri Makassar (UNM) sektor Pare-pare. (Foto: Agung – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Penambahan delapan program studi (Prodi) baru di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Sektor Pare-pare rupanya malah menambah masalah. Kelas jauh yang sejatinya untuk memberikan kemudahan mahasiswa dari berbagai daerah mengenyam perkuliahan di UNM belum dirasakan sepenuhnya.

Tak hanya di kampus Makassar. Di kampus V ini, dosen juga kerap jarang mengajar. Hanya datang sekali untuk sekadar hadir.

Ternyata, tercatat hanya prodi PGSD yang memiliki dosen tetap sebanyak 25 orang. Selebihnya, untuk delapan prodi baru belum memiliki dosen tetap yang setiap saat datang mengajar.

Hanya dosen dari Makassar lah yang sesekali hadir memberikan perkuliahan sesuai prodinya. Hal inilah yang kembali dikeluhkan sebagian mahasiswa prodi baru itu.

Ryan Priatna misalnya. Maba Prodi Ilmu Admnistrasi Negara ini mengungkapkan jika hampir semua dosen di setiap mata kuliah melalaikan tugasnya. “Iya jarang masuk,” ungkapnya.

Untuk semester satu, dosen terkadang datang satu kali pertemuan saja. Bahkan, langsung melakukan absen empat kali sekaligus. Sebab, dosen berasal dari kampus UNM di Makassar. Padahal, kata Ryan, mahasiswa sepatutnya mendapat pembelajaran tiap saat dari tenaga pendidik.

“Seperti tadi dibilang jarang masuk dan satu kali masuk di absen langsung isi empat kali,” lanjutnya.

Maba Pendidikan Sendratasik, Muh. Yunus Mahendra juga menyayangkan sikap dosen yang dinilai tidak menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik dengan baik. Bisa saja, menurutnya, perilaku tersebut dapat berdampak buruk bagi mahasiswa.

“Sangat disayangkan, jangan sampai mahasiswa tidak hadir juga karena dosennya tidak datang” katanya.

Bahkan, Ketua Himaprodi PGSD Parepare, Arisman menjelaskan, masalah tersebut bisa merugikan mahasiswa. Sebab, ketika dosen bersangkutan melakukan absen sebanyak empat kali dalam satu kali pertemuan.

Maka justru membuat mahasiswa yang tidak sempat hadir dirugikan. Apalagi, bila terdapat aturan dimana tiga kali alpa bisa dinyatakan tidak lulus dalam mata kuliah itu.

“Mungkin masalah dari sistem kuliah yang kadang dosen mengajar selama satu hari full tentu itu merugikan mahasiswa yang berhalangan hadir,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua UPP Kampus Pare-pare, Abdul Halik menyebut dosen untuk prodi baru hanya bisa didatangkan dari Makassar. Sebab, hingga sekarang rencana menyediakan dosen tetap masih dibicarakan. Namun, menurutnya, dosen tetap menjalankan tugasnya untuk mengajar selama berada di kampus.

“Kadang ada datang pagi sore pulang tapi dia lanjutkan gantikan yang lain, dosenkan juga punya kesibukan,” tuturnya.

Saat ditanya soal ini, Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) UNM, Muharram membantah adanya dosen yang jarang hadir dalam perkuliahan. “Saya dari sana tidak ada yang mengeluh. Malah ketua Prodinya melapor bagus, dekannya melapor bagus,” bantah Guru Besar Kimia Organik ini. (*)

Berikut data jumlah pegawai dan dosen tetap di Kampus UNM Sektor Pare-pare tahun 2017

Pegawai: 5 orang
Dosen tetap: 25 orang
1. Prodi PGSD : 25 orang (23 orang S2 dan 2 orang S3)
2. Prodi Pendidikan Sendratasik: tidak ada
3. Prodi Pendidikan Matematika: tidak ada
4. Prodi Ilmu Administrasi Negara: tidak ada
5. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris: tidak ada
6. Prodi PTIK: tidak ada
7. Prodi Penjaskesrek: tidak ada
8. Prodi Psikologi: tidak ada
9. Prodi Pendidikan Ekonomi: tidak ada

*Sumber data: Operator data UPP Kampus UNM Pare-pare. (*)

[divider][/divider]

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 221

Share and Enjoy !

0Shares
0 0