Aksi simbolik cuci almamater penolakan KKN berbayar yang dilakukan oleh LK UNM

 

Aksi simbolik cuci almamater sebagai bentuk penolakan KKN berbayar yang dilakukan oleh LK UNM (Foto: Irham-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali melakukan aksi menuntut KKN berbayar. Aksi kali ini dilakukan secara simbolik dengan mencuci almamater dan aksi menutup mulut dengan lakban, dan berkaos hitam. Aksi ini berlangsung di depan Menara Pinisi UNM, Senin (5/2).

Presiden BEM UNM, Mudabbir mengatakan, almamater kita sudah ternodai oleh kebijakan pemerintah yang sarat dengan komersialisasi. Maka dari itu mencuci almamater merupakan simbol untuk mendesak birokrasi mengambil sikap, terhadap kebijakan pemerintah sebagai usaha membersihkan UNM.

“Pendidikan kita sudah ternodai oleh kebijakan pemerintah yang sarat komersialisasi. Makanya mencuci itu sebagai simbol membersihkan institusi kita, sekaligus agar birokrasi cepat mengambil sikap terkait permasalahan ini,” katanya.

Selain cuci almamater, massa aksi juga menutup mulut dengan lakban, hal ini memiliki makna bahwa aksi hari ini hanya sekedar diam tanpa orasi. Dengan harapan tuntutan dapat dipenuhi oleh pihak birokrasi.

“Makna menutup mulut itu, bahwa hari ini kita masih diam. Hanya sekedar simbolik dengan harapan tulisan kami di spanduk terbaca, dan dapat dikabulkian,” lanjutnya.(*)

*Reporter: Wahyu Riansyah/Editor: Faisal Fajar

Share and Enjoy !

0Shares
0 0