Mensospol BEM UNM, Andi Alauddin saat orasi pada aksi KKN berbayar di depan Gedung Flamboyan FIS, Senin (5/1) - (Irham - Profesi)
Mensospol BEM UNM, Andi Alauddin saat orasi pada aksi KKN berbayar di depan Gedung Flamboyan FIS, Senin (5/2) – (Irham – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Kemahasiswaan se-Universitas Negeri Makassar (UNM) mengancam bakal melanjutkan aksinya nanti. Aksi tersebut akan digelar pada hari terakhir pembayaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester genap 7 Februari mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, Mudabbir saat aksi, Senin (5/2). Menurutnya, hari tersebut dianggap pas untuk melakukan aksi susulan. Sebab, ada momen yang bertepatan sesuai dengan tema aksi.

“Pra aksi yang telah dilaksanakan, jika birokrasi tidak mengabulkan tuntutan kami hingga selasa nanti, maka kami akan melakukan aksi. Hari Rabu juga merupakan batas akhir pembayaran KKN jadi kami ikut dengan momennya,” ujarnya.

Mahasiswa angkatan 2013 ini berharap, agar birokrasi secepatnya mencabut peraturan terkait KKN berbayar. Sementara itu, untuk bentuk aksi akan dilakukan evaluasi untuk aksi selanjutnya.

”Semoga birokrasi dapat cepat mencabut Surat Keputusan (SK) Rektor terkait KKN berbayar. Kalau bentuk aksinya akan ditentukan nanti,” harapnya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Muh. Agung Eka S

Share and Enjoy !

0Shares
0 0