Foto bersama mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Kependudukan Lingkungan Hidup (PKLH) S3 Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) di Kawasan Adat Amma Toa, Kajang (Foto: Ist.)
Foto bersama mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Kependudukan Lingkungan Hidup (PKLH) S3 Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) di Kawasan Adat Amma Toa, Kajang (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Kependudukan Lingkungan Hidup (PKLH) S3 Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan Eco Eduwisata. Kegiatan tersebut berlangsung di Kabupaten Bulukumba selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (27-28/1). Kegiatan ini diikuti oleh 27 mahasiswa Prodi PKLH S3.

Kaprodi PKLH S3, Nurlita Pertiwi mengatakan, Eco Eduwisata ini merupakan agenda yang dilakukan oleh setiap angkatan dalam bentuk field trip. Ada tiga cakupan wisata yang dikunjungi pada fiel trip kali ini yakni, Pantai Bira, Pembuatan Perahu Pinisi, dan Desa Ammatoa di Kajang.

Kunjungan yang dilakukan di tiga lokasi tersebut bertujuan agar mahasiswa melihat langsung fakta permasalahan lingkungan di lapangan. Selain itu, juga memberikan sharing solusi pengolahan lingkungan di masyarakat.

“Agar mahasiswa melihat langsung mekanisme pembuatan perahu pinisi. Bagaimana merekrut tenaga kerja, dan mengamati hubungan antara pembuatan perahu pinisi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat kawasan pesisir,” katanya saat di wawancarai di ruangannya lantai satu PPs UNM, Rabu (31/1).

Eks Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Sipil FT ini menjelaskan bahwa selain tempat pembuatan perahu pinisi yang dikunjungi, Kawasan Ammatoa juga menjadi tempat alternatif field trip. Menurut Nurlita, kawasan tersebut dipilih karena merupakan hutan adat yang tidak bisa dilakukan budi daya didalamnya.

“Masuk di Ammatoa tujuannya untuk melihat kearifan lokal yang ada di kawasan adat dan melihat bagaimna konsep pengolahan lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat di kawasan adat Ammatoa,” jelasnya.

“Perlu ada upaya bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi tanpa melakukan pengrusakan. Karena kawasan adat Ammatoa ini masih terjaga ekosistemnya. Jadi kita mau lihat bagaimna hukum adat yang ada itu bisa berperan pelestarian ekosistem di dalam,” tambahnya.

Ia pun berharap mahasiswa lebih berantusias mengikuti kegiatan seperti ini. Serta segala yang didapatkan saat field trip bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini selalu dilakukan oleh mahasiswa agar ia mengetahui fakta lapangan bagaimana pengolahan lingkungan,” harapnya.

Sebelumnya di tahun 2017, Prodi PKLH S3 PPs UNM sudah pernah dilakukan kunjungan 2 kali. Di pabrik industri gula rafirasi, dan kawasan budi daya rumput laut yang ada di Takalar. (*)

[divider][/divider]

*Reporter: Ryan Subyakto S. / Editor: Wahyudin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0