Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) saat melakukan aksi cuci almamater orange di Lapangan Futsal FIS, Senin (29/1) - (Foto: Taufiq - Profesi)
Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) saat melakukan aksi cuci almamater orange di Lapangan Futsal FIS, Senin (29/1) – (Foto: Taufiq – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas NegeriMakassar (UNM) melakukan aksi kampanye menuntut aturan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbayar. Aksi tersebut berlangsung di Lapangan Futsal FIS, Senin (29/1).

Jenderal Lapangan (Jendlap), Ferdiansyah mengatakan, aksi cuci almamater ini merupakan varian dari demonstrasi LK FIS. Ini dilakukan sebagai bukti nyata bahwa UNM harus di cuci karena tidak transparansi kepada seluruh mahasiswa yang ada di kampus.

“Sebenarnya aksi cuci alamamater ini termasuk dari varian aksi kali ini, sekaligus sebagai simbolis. Karena pimpinan akan mengeluarkan surat keputusan tentang adanya KKN berbayar. Kalau misalkan ini SK sudah sampai di tangan mahasiswa umum, itu artinya Universitas Negeri Makassar mesti kita cuci karena tidak jelas transparansinya,” ucapnya.

Mahasiswa asal Wajo ini juga menambahkan, semua biaya UKT ini sudah di kalkulasi menjadi delapan semester. Termasuk biaya KKN dan menjadi uang kuliah tunggal.

“Pemahaman teman-teman, KKN sudah termasuk komponen dari pembiayaan UKT,” tambahnya.

Ia berharap dengan melakukan aksi seperti ini, pihak birokrasi sadar dan bisa mendapatkan transparansi serta regulasi terkait tuntutan yang di ajukan. Agar mahasiswa yang ingin keluar mengabdi ke masyarakat, tidak memikirkan lagi persoalan biaya.

“Semoga tuntutan yang kami ajukan dapat menyadarkan pihak birokrasi dan dapat uemenemukan hasil. Serta itu juga adanya transparansi serta regulasi terkait biaya KKN,” harapnya. (*)

[divider][/divider]

*Reporter : M. Nur Taufik / Editor: Wahyudin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0