UPP Kampus V UNM Parepare (Foto: Agung -Profesi)

Seorang mahasiswa UNM saat berjalan masuk ke gedung kampus V Sektor Pare-pare (Foto: Agung -Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Usai dibukanya delapan prodi baru di tahun 2017, kampus V Sektor Pare-pare masih belum menunjukkan perkembangan. Justru membuat mahasiswa baru resah dengan masalah yang ada. Kini, kampus Sektor Pare-pare bukan lagi milik Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) saja.

Sekarang masing-masing fakultas sudah memiliki prodi di salah satu Unit Pelaksana Program (UPP) milik UNM ini. Diantaranya, Pendidikan Ekonomi, Psikologi, Pendidikan Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik), Pendidikan Teknologi Informasi dan Komputer (PTIK), Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek), Ilmu Administrasi Negara, dan Pendidikan Matematika.

Proyeksi kelas jauh yang sudah sejak lama diancang-ancang oleh pihak birokrasi ini pun akhirnya bisa terealisasi. Delapan prodi yang dulunya hanya terbuka di kampus utama kini turut dimiliki kampus Parepare. Sehingga ada pilihan berkuliah tanpa harus ke Makassar.

Di tahun pertama ini, UNM telah menerima sebanyak 180 mahasiswa baru (Maba) yang datang dari delapan prodi tersebut. Akan tetapi, tak cukup setahun berkuliah disana, rupanya para maba justru mulai mengeluhkan kondisi kampus V Parepare.

Keluhan ini datang dari maba Pendidikan Sendratasik, Muh. Yunus Mahendra. Ia mengungkapkan, bila kampus masih belum mampu menyediakan kebutuhan mahasiswa prodi baru sepenuhnya. Seperti sarana dan prasarana yang masih kurang.

“Yah seperti itu, kurang sekali disini,” akunya.

Ketua Himpunan Prodi (Himaprodi) PGSD Pare-pare, Arisman juga menjelaskan, perkembangan hanya bisa dilihat dari PGSD. Namun, tidak untuk kedelapan prodi baru tersebut.

“Tapi untuk jurusan lain yang membutuhkan sarana prasarana untuk proses perkuliahannya belum ada perkembangan sama sekali,” kata mahasiswa angkatan 2014 ini.

Sementara Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, Mudabbir yang sempat berkunjung beberapa waktu lalu turut mengatakan hal yang sama. Menurutnya, kampus Pare-pare belum siap untuk menambah prodi baru. Sebab, kata dia, kampus serba kekurangan dalam berbagai aspek.

“Karena sebelumnya didirikan kelas-kelas jauh tidak ada fasilitas yang disediakan. Masih banyak kemudian hal yang tidak memadai,” tuturnya.

Saat ditanya terkait hal ini, pihak UPP Kampus Parepare turut membenarkan. Ketua UPP, Abdul Halik mengaku, fasilitas yang tersedia masih terbatas. Namun, ia berdalih bahwa kekurangan itu bakal dibenah secara perlahan.

“Yah pelan-pelan pak Rektor akan beri fasilitas dan diperbaiki,” ujarnya. (*)


*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi Edisi 221

Share and Enjoy !

0Shares
0 0