Salah satu prasarana Kampus UNM, Gedung Kupu-kupu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), belum ada tindak lanjut yang dilakukan oleh kepemimpinan Husain Syam selama hampir dua tahun. (Foto: Dasrin - Profesi)
Salah satu prasarana Kampus UNM, Menara Tallu Cappa Program Pasca Sarjana (PPs) hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang dilakukan di kepemimpinan Husain Syam selama hampir dua tahun. (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Gemuruh tepuk tangan pecah kala nama Karta Jayadi disebut dan terpilih sebagai Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum (PR II) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Bibirnya merekah, senyuman khas dari eksponen Universitas Indonesia ini keluar. Pria yang hobi dengan dunia seni ini tak dapat menyembunyikan kebahagiannya hari itu. Jumat tanggal 15 Juni 2016 lalu di Ruang senat lantai 14 Menara Pinisi menjadi saksi dan pertanda awal, tugas baru menanti Karta Jayadi, setumpuk pekerjaan rumah dari warisan pendahulunya sudah menanti.

Duduk sebagai orang nomor satu yang membidangi sarana, prasarana dan keuangan kampus, menjadi tanggungjawab utamanya. Bergabung dalam kabinet Husain Syam, Karta Jayadi diharap mampu menyukseskan program kerja yang telah diusung.

Dibidangnya, ia dituntut untuk meningkatkan sarana, prasarana, dan pengembangan lingkungan menuju kampus modern. Kurang lebih sembilan belas bulan menduduki kursi Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum. Berbagai catatan telah ditorehkan Karta.

Lewat kerja kerasnya, berdiri kantin Pinisi yang bernuansa modern, Kantor cabang BNI, dan Pinisi Mart. Bertahun-tahun Pedagang Kaki Lima yang berada di depan Kampus Parangtambung digeser guna memperindah kampus. Jika tak ada aral melintang, tahun depan Eks Kampus IKIP Ujung Pandang ini akan maju selangkah menjadi Universitas Berbadan Layanan Umum.

Kendati demikan, sepanjang tahun 2017 wajah infrasturktur kampus dinilai masih perlu gebrakan besar. Perampungan lima gedung mangkrak dari Menara Tellu Cappa, Gedung Kupu- Kupu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Gedung BU Fakultas Ekonomi, (FE) Gedung perkuliahan Flamboyan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik (FT) tak kunujng selesai.

Khusus bangunan Lab Teknik tengah dalam proses hukum lantaran tersandung kasus korupsi. Mahasiswa FIS, FIK, FE, dan Fakultas Psikologi (FPsi) harus rela berebutan ruangan lantaran ruang kuliah yang tidak mencukupi. Tak jarang, ditemui pemadangan dua mahasiswa berbagi satu kursi.

Fakultas Psikologi, bahkan harus bersnasib malang lantaran harus meminjam salah satu ruangan di perpustakaan induk UNM. Padahal, mereka sudah membayar mahal untuk masuk di kampus orange. Tak tanggung-tanggung, UKT Fakultas Psikologi menempati nomor wahid dengan jumlah setiap semesternya mencapai Rp. 8.500.000.

Serupa, 18 ruang kuliah di FIS diperebutkan 2.934 mahasisiwa. Kejadian tak jauh berbeda melanda di FE, menyandang fakultas favorit di UNM, nama besar tak menjamin dengan sarana penunjang yang nyaman .

Ruang kelas misalnya, mahasiswa terpaksa berdesak-desakkan lantaran ukuran ruang yang sempit. Kusam dan berlumut serta plafon yang berlubang, seperti itulah tampilan beberapa gedung di FIK.
Fakultas yang seringkali membawa nama UNM berkibar di level nasional dan internasional minim perhatian birokras kampus. Fasilitas penunjang perkuliahan dinilai masih minim.

Gedung senam tampak tak seperti bangunan. Pasalnya, atap bangunan ini banyak yang bocor dan tidak terpelihara. Lapangan sepakbola yang berukuran 935 meter persegi tampak tak terurus. Bangunannya dipenuhi lumut dan usang.

Bila musim hujan datang, lapangan akan berubah bak danau lantaran tidak diperhatikan. Kejadian sama nyaris menimpa semua fakultas yang ada di kampus oemar bakri. Ketimpangan pembangunan FIP sektor Makassar dan Bone yang tak kunjung selesai. Sekertariat LK FSD dan FBS yang belum merata.

Fasilitas Kampus UPP Sektor Pare-Pare yang masih bisa dihitung jari dan jauh dari kata layak. Pun halnya dengan kampus sektor Gunung Sari yang menjadi pusat kegiatan administrasi dan menerima tamu yang menyambangi UNM. Juga menyimpang berbagai masalah, persoalan banjir tak kunjung teratasi.

Beberapa titik sering menjadi langganan banjir, yang parah di depan perpustakaan UNM dan pintu masuk utama di bagian utara. Gedung pusat kegiatan mahasiswa yang jadi bilik para fungsionaris Lembaga Kemahasiwaan (LK) perlu perhatian pimpinan kampus.

Sebagai refresentasi kampus di luar, fasilitas di bangunan sangat minim. Ruangan yang sempit, toilet yang mampet, ketidakadaan aula menjadi dilema LK.

Lembaga kemahasiwaan perlu disokong fasilitas yang mempuni. Pasalnya, dari lima belas LK tingkat universitas sedikit banyak menyumbang prestasi dan membuat nama UNM begema di kancah nasional dan internaisonal.

Permasalahan ini menjadi tugas berat Karta Jayadi tahun depan. Fasilitas yang baik akan bersimbios dengan akademik dan kemahasiswaan yang baik pula. Sebagai pemegang ujung tombak kebijakan, jemari Karta Jayadi ditunggu demi terwujudnya world campus university. (*)


*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 221

Share and Enjoy !

0Shares
0 0