Pementasan teater perjuangan Ranggong Dg. Romo di Festival OrangE KKN-PPL UNM ang. XV. (Foto: Nurulcha-Profesi)
Pementasan teater perjuangan Ranggong Dg. Romo di Festival Orange KKN-PPL UNM ang. XV. (Foto: Nurulcha-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)-Program Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan XV bangkitkan nilai sejarah Monumen Lapris melalui pementasan teater di Festival Orange yang dihelat pada Minggu (24/12).

Koordinator Kabupaten Takalar, Arsyam Basri mengatakan, pementasan teater tersebut mengisahkan perjuan pahlawan nasional Indonesia asal Sulawesi Selatan, Ranggong Daeng Romo saat melawan invasi penjajahan Belanda dan Jepang hingga terbentuknya Laskar Pemberontak Rakyat Sulawesi (Lapris) di seluruh daerah Sulawesi.

“Teater ini menceritakan kisah pahlawan asal Takalar, Ranggong Daeng Romo saat tewas tertembak saat memimpin Lapris melawan penjajahan Belanda dan Jepang” jelasnya.

Mahasiswa Jurusan Fisika ini pun menambahkan, teater Ranggong Daeng Romo tersebut guna membangun kembali nilai sejarah kepada warga masyarakat dan mahasiswa KKN PPL UNM khususnya.

“Kita ingin membangun kembali nilai sejarah dari monumen lapris yang salah satunya disajikan melalui penampilan teater mahasiswa KKN-PPL Terpadu UNM,” jelasnya.

Adapun dalam festival tersebut, terdapat berbagai item kegiatan lainnya diantaranya perlombaan tingkat SMP se-Kabupaten Takalar, Donor Darah, Live Mural, Live Acoustic, pementasan tari oleh mahasiswa KKN-PPL UNM. (*)

*Nurul Charismawaty S

Share and Enjoy !

0Shares
0 0