Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) Abdullah Sinring saat membuka kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional di Lapangan Tenis FIP UNM, Jumat (2/12) - (Foto: Citra Jati Utami - Profesi)
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) Abdullah Sinring saat membuka kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional di Lapangan Tenis FIP UNM, 2 Desember 2016 lalu – (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang jatuh pada 3 Desember. Kegiatan yang bertema “Hapuskan Perbedaan Melalui Karya” ini akan dilaksanakan di Pelataran Menara Pinisi, Jumat hingga Minggu (1-3/12) mendatang.

Ketua Panitia, Resky Yusmar Pasorong mengatakan, peringatan HDI ini merupakan wadah bagi penyandang disabilitas yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu disabilitas, memberikan ruang ekspresi bagi kaum disabilitas, penyadaran bagi setiap masyarakat bahwa tidak ada lagi diskriminasi bagi kaum disabilitas, dan menunjukan kepada masyarakat Sulawesi Selatan khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya bahwa UNM turut berperan dalam peningkatan kaum penyandang disabilitas.

“Peringatan HDI ini merupakan wadah penyaluran bakat dan minat anak disabilitas. Selain itu juga merupakan ajang pembuktian bahwa anak disabilitas memiliki hak yang setara dengan anak normal, sehingga tidak ada lagi diskriminasi terhadap perbedaan yang ada tetapi sebagai pemersatu persaudaraan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa nantinya akan diadakan lomba untuk anak disabilitas di Pelataran Menara Pinisi seperti Pantomsim, Puisi, Fashion Show, dan Nyanyian Solo. Tak hanya itu, pada peringatan ini juga akan dilakukan bakti sosial berupa pembagian bunga dan selebaran di Pantai Losari.

“Peringatan HDI ini akan dirangkaikan dengan beberapa lomba dan aksi sosial,” jelasnya.

Mahasiswa angkatan 2016 ini berharap masyarakat menghilangkan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas dan memberikan perhatian yang lebih kepada mereka. Karena mereka juga memiliki hak yang setara dengan anak yang normal.

“Semoga seluruh masyarakat, terkhusus pemerintah lebih memperhatikan segala kebutuhan kaum disabilitas dalam hal pendidikan dan juga penyediaan lapangan pekerjaan,” harapnya.

Adapun peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu siswa penyandang disabilitas Se-kota Makassar, mahasiswa PLB, dan komponen atau organisasi yang mempunyai peran dalam menangani masalah penyandang disabilitas. (*)


*Reporter: Ulil Afiah Az-zakiyah / Editor: Wahyudin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0