(Foto: Dok. Profesi)
Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) – (Foto: Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Menyandang status sebagai Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) tidak menjamin mutu pengembangan akademik. Nyatanya, Universitas Negeri Makassar (UNM) masih krisis tenaga pendidik. Rasio dosen dan mahasiswa aktif masih sulit untuk mencapai kata ideal. Padahal, pemenuhan rasio dosen dan mahasiswa merupakan tolak ukur sehatnya suatu institusi perguruan tinggi.

Hanya saja, saat ini, jumlah dosen yang dimiliki UNM masih terbilang kurang. Bahkan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 899 orang. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Sistem dan Informasi (Bapsi) UNM, tercatat jumlah dosen yang dimiliki totalnya hanya 874 orang.

Sementara itu, mahasiswa aktif UNM dari angkatan 2011 sampai 2017 berjumlah 25.495 orang. Dari jumlah tersebut, beberapa jurusan maupun prodi melebihi batas minimal.

Diantaranya Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah dengan rasio dosen dan mahasiswa 1:68, Ilmu Administrasi Negara 1:71, Pendidikan Sosiologi 1:57, Pendidikan Antropologi 1:56, Desain Komunikasi Visual 1:52, Pendidikan Akuntansi 1:67, Akuntansi S1 1:62, Akuntansi D3 1:53, Pendidikan Ekonomi 1:47, Pendidikan Geografi 1:57, Pendidikan IPA 1:44, PTIK 1:90, Pendidikan Teknologi Pertanian 1:42, Penjaskesrek 1:81, Ilmu Keolahragaan 1:50.

Menilik perbandingan tersebut, jelas bahwa angka tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristek Dikti) Nomor 2 Tahun 2016 tentang perubahan atas Permenristek Dikti Nomor 26 Tahun 2015 tentang Registrasi Pendidik pada Perguruan Tinggi. Dalam Bab III tentang perhitungan rasio dosen terhadap mahasiswa disebutkan bahwa, dosen dan mahasiswa di sebuah prodi harus memiliki rasio yang ideal.

Rasio dosen terhadap mahasiswa pada program studi, yaitu 1 (satu) : 45 (empat puluh lima) untuk rumpun ilmu agama, ilmu humaniora, ilmu sosial, dan ilmu terapan Sementara itu, 1 (satu) : 30 (tiga puluh) untuk rumpun ilmu alam, ilmu formal, dan ilmu terapan.

Hal ini mengindikasikan, kualitas SDM yang dimiliki oleh UNM ditinjau dari tenaga pendidik masih belum maksimal. Kondisi ini mengakibatkan iklim pembelajaran menjadi tidak kondusif. Dikarenakan dosen beroperasi tidak sesuai dengan kapasitasnya.

Tak ayal, beberapa dosen terpaksa menggabung dua kelas dalam satu mata kuliah yang diampuhnya. Hal ini dikarenakan padatnya jadwal mengajar yang dimiliki. Pasalnya, jumlah mahasiswa yang membludak. Bahkan tak sebanding dengan daya tampung kelas yang disediakan. (*)


*Berita ini telah terbit di Tabloid Profesi Edisi 219

Share and Enjoy !

0Shares
0 0