Spanduk Kritikan kepada birokrasi yang dipasang mahasiswa di Gedung Fakultas Seni dan Desain (FSD) - (Foto: Ist.)
Spanduk Kritikan kepada birokrasi yang dipasang mahasiswa di Gedung Fakultas Seni dan Desain (FSD) – (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) kecewa dengan akreditasi Program Studi (Prodi) yang kedaluwarsa. Pasalnya, dengan status prodi yang kedaluwarsa membuat mahasiswa tidak bisa melakukan wisuda.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FSD, Niswar Abrar mengatakan, sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa kepada birokrasi, pihaknya memasang spanduk kritikan. Namun dosen mencabut dan merobek spanduk tersebut dengan alasan merusak pemandangan. Sementara birokrasi tidak pernah menyampaikan kepada mahasiswa bahwa akreditasi gagal keluar pada bulan November.

“Mahasiswa angkatan 2011, 2012, dan 2013 yang sudah mau wisuda tertunda. Hanya karena akreditasi kedaluwarsa, mahasiswa mesti membayar lagi UKT, sementara ini kesalahan birokrasi,” katanya.

Selain itu, mahasiswa Seni Rupa juga sempat melakukan aksi tuntut akreditasi prodi yang kedaluwarsa pada peringatan hari sumpah pemuda 31 Oktober lalu. Namun hanya beberapa dosen yang berada di lokasi aksi tersebut.

“Kecewa karena tidak dihadiri oleh Dekan. Kami merasa diacuhkan seperti tak dihiraukan,” tambahnya.

Ia juga menanyakan, saat ini UNM menyandang akreditasi terbaik yaitu A. Tetapi sarana dan prasarana di FSD dinilai masih E. Mahasiswa juga memasang spanduk kritikan dengan berlatar bendera Belanda. “Ini salah satu bukti bahwa kita masih dijajah oleh kampus sendiri,” ujarnya. (*)


*Reporter: Ryan Subiakto S. / Editor: Wahyudin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0