Presiden BEM FT UNM, Khaerul Mukmin saat menyampaikan tuntutannya di depan Gedung Teknol FT, Senin (30/10) - (Foto: Wahyudin - Profesi)
Presiden BEM FT UNM, Khaerul Mukmin saat menyampaikan tuntutannya di depan Gedung Teknol FT, Senin (30/10) – (Foto: Wahyudin – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan aksi memperingati hari sumpah pemuda yang ke-89. Pada aksi ini, BEM FT layangkan tujuh tuntutan kepada birokrasi.

Koordinator lapangan (Korlap) Muhammad mengatakan, saat ini ada banyak permasalahan yang terjadi di Kampus UNM khususnya di Fakultas Teknik. Sehingga melalui momentum peringatan hari sumpah pemuda pada 28 Oktober, BEM FT UNM beserta seluruh lembaga kemahasiswaan dan mahasiswa teknik umumnya melakukan aksi.

“Banyak kejanggalan yang terjadi di Fakultas Teknik, Sehingga melalui momentum ini kita angkat beberapa tuntutan,” katanya saat diwawancarai setelah aksi di FT, Senin (30/10).

Adapun tuntutan yang dianggap paling meresahkan mahasiswa teknik yaitu,
1. Transparasi dana RKA K/L.
2. Meminta dana PNBP 2017.
3. Meminta dana unit cost UKT Mahasiswa 20l3-2017.
4. Pecat security (Jafar).
5. Kejelasan bahan praktikum.
6. Sosialisai Transparansi beasiswa.
7. Memberikan ruang lebih kepada LK dalam pengawalan mahasiswa.

Pada penutupan aksi ini, Presiden BEM FT UNM, Khaerul mengimbau kepada mahasiswa Fakultas Teknik untuk melaporkan kepada himpunan jika terdapat pungutan dana praktikum disemua jurusan. Nanti himpunan dan BEM yang membahasakan ke Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum (PD II).

“WD 2 bahasakan disini ketika ada mahasiswa yang dibebankan biaya diluar dari UKT, silahkan klarifikasi dan kita akan tindak lanjuti,” imbaunya. (*)


*Reporter: Suheldhy Lawa / Editor: Dasrin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0