Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) saat melakukan Bincang Literasi di Pelataran Menara Pinisi, Kamis (26/10) - (Foto: Astriana - Profesi)
Muhammad Arifin saat membawa materi┬áBincang Literasi di Pelataran Menara Pinisi, Kamis (26/10) – (Foto: Astriana – Profesi)

 

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Bincang Literasi. Ini merupakan salah satu item kegiatan dalam Pekan Sastra II yang dilaksanakan di Pelataran Menara Pinisi, Kamis (26/10).

Bincang literasi ini mengusung tema “Pecandu Literasi FBS Politik Sastra” ini menghadirkan tiga pembicara yang merupakan penulis muda dari FBS yaitu Wahyu Gandi, Muhammad Arifin dan Nurasiyah. Perbincangan ini membahas tentang proses kreatif dalam penulisan.

Kepala Divisi Studi Sastra, Risma Nur Anisa mengatakan, Bincang Literasi ini bertujuan untuk memperkenalkan penulis muda FBS. Selain itu, juga menjadi wadah untuk memperkenalkan karya-karya penulis kepada khalayak umum.

“Sebagai wadah untuk bertukar pendapat dan memberi motivasi kepada yang lain agar tertarik untuk menulis,” katanya.

Salah satu pembicara, Muhammad Arifin, mengaku bahwa dirinya mulai tertarik menulis sejak semester dua. Hal yang membuatnya tertarik menulis yaitu novel tenggelamnya Kapal Van der Wijk.

“Gara-gara novel itu saya rajin membaca. Padahal sejak SD sampai SMA saya tidak pernah baca buku,” akunya.

Selain itu, ia juga memberikan tips untuk penulis pemula agar memperbanyak membaca. Menurutnya untuk membuat sebuah cerpen setidaknya dibutuhkan minimal 10 bacaan agar bisa merangkai kata.

“Kekurangan kita untuk menulis yaitu minimnya kosakata. Ibaratnya kita membuat 100 donat tapi tepung kita cuma sedikit. Yah kita harus memperbanyak tepung,” tambahnya. (*)


*Reporter: Astriana / Editor: Wahyudin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0