Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (Himposep) FE UNM saat melakukan aksi di Gedung Fakultas FE, Kamis (26/10) - (Foto: Reski Amalia - Profesi)
Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (Himposep) FE UNM saat melakukan aksi di Gedung Fakultas FE, Kamis (26/10) – (Foto: Reski Amalia – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan (Himposep) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) Menggelar Aksi di Gedung Fakultas FE, Kamis (26/10).

Ada empat poin yang menjadi tuntutan utama Himposep yaitu
1. Kejelasan pemberian rencana pembelajaran semester (RPS)
2. Stop penjualan buku
3. Stop perpindahan jadwal kuliah
4. Diskriminasi gondrong

Pada aksi kali ini, mahasiswa menuntut kejelasan aturan terkait larangan mahasiswa berambut gondrong. Menurutnya, aturan tersebut belum jelas, karena belum ada aturan tertulis yang dikeluarkan oleh pihak jurusan.

“Itu baru hasil rapat, tidak ada surat keputusan dari ketua prodi,” ujar kordinator aksi, Oki Sanjuya.

Oki berharap birokrasi mendengar tuntutan yang mereka lontarkan pada aksi ini. Seperti RPS bisa dibagikan setiap semester dan paling lambat pertemuan kedua.

“Semoga ada dialog terbuka dengan semua dosen melalui tudang sipulung,” harapnya.

Aksi ini berakhir setelah mendapat titik terang dari Dekan Fakultas Ekonomi, Muhammad Azis. Ia akan mengadakan tudang sipulung dengan menghadirkan seluruh dosen ekonomi pembangunan pada hari senin nanti. (*)


*Reporter: Wahyudin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0