Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Int.)
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Int.)

PROFESI-UNM.COM – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan waktu 45 tahun untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Hal tersebut di sampaikan di Washington, kantor Pusat Bank Dunia, Senin (16/10).

Laporan tersebut berasal dari Bank Dunia yang didasarkan pada sistem pendidikan nasional. Sehingga Indonesia memerlukan 45 tahun untuk memburu ketertinggalan di bidang pendidikan.

“Hasilnya itu dari WDR (World Development Report) kita itu Indonesia untuk mengejar ketertinggalan pendidikan agar sama dengan OECD itu dibutuhkan 45 tahun, kalau sistem pendidikannya masih kayak gini,” paparnya.

Sementara itu, ilmu pengetahuan ditargetkan tercapai selama 75 tahun kedepan. Sri Wahyuni juga menilai bahwa Indonesia betul-betul harus melakukan reformasi. Terlebih lagi alokasi dana dalam bidang pendidikan cukup besar.

“Indonesia memiliki dana yang cukup besar pada bidang pendidikan. Dimana setiap tahunnya, pemerintah mengalokasikan dana 20% dari total APBN,” jelasnya.

Ia berharap semoga dana yang disediakan untuk perbaikan kualitas pendidikan betul-betul dapat menghasilkan kualitas yang setara. (*)

Sumber: detik.com


*Reporter: St Aminah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0