Fotografer Reuters, Yusuf Ahmad saat memberikan materi Foto Jurnalistik di salah satu rangkaian acara DJMTD 2017. (Foto: Agung-Profesi)
Fotografer Reuters, Yusuf Ahmad saat memberikan materi Foto Jurnalistik di salah satu rangkaian acara DJMTD 2017. (Foto: Agung-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Fotografer Reuters, Yusuf Ahmad mendorong pers kampus untuk melahirkan fotografer handal dan berkelas. Ia menilai peluang untuk menjadi fotografer saat ini terbuka lebar.

“Soal pengalaman sudah pasti. Karena untuk menjadi fotografer profesonal mesti harus melalui proses. Nah pers kampus sudah melakukan hal itu,” katanya saat memberikan materi fotografi dalam acara Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM)di BPSDM Makassar, Jumat (13/10).

Pria kelahiran Makassr ini membeberkan, perkembangan dunia fotografi saat ini sangat pesat. Penggunakan kamera DSLR pun sudah tidak menjadi hal wajib. Handphone yang kini hadir sudah mampu dimanfaatkan untuk mengambil gambar dengan kualitas tinggi.

“”Untuk belajar fotografi tak perlu kamera yang bagus. Menggunakan handpone saja sudah bisa. Hasilnya kan juga tidak kalah jauh dari kamera. Syaratnya mudah, niat dan totalitas,” katanya.

Lanjut ia menambahkan, ketika memotret, seorang fotografi harus memperhatikan kualitas serta etika dalam fotografi jurnalistik. Selain itu, manipulasi dalam foto jurnalistik juga dilarang keras.

“Jangan sekali-kali mengedit atau menambah objek dalam foto jurnalistik,” tambahnya. (*)

*Reporter: Wahyudin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0