Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) adakan dialog akademik di Kampus UPP PGSD Pare-Pare, Jumat (6/10)(Foto : Ist).
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) adakan dialog akademik di Kampus UPP PGSD Pare-Pare, Jumat (6/10)(Foto : Ist).

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) beserta rombongan meninjau Kampus V Universitas Negeri Makassar, UPP PGSD Pare-Pare, Jumat (6/10).

Rombongan terdiri dari Pengurus Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa), BEM serta perwakilan Lembaga Kemahasiswaan fakultas.

Presiden BEM UNM, Mudabbir mengatakan kunjungan kerja ini merupakan perwujudan rekomendasi Mubes Lembaga Kemahasiswaan (LK) UNM terkait penyatuan sembilan mata orange.

“Kami memandang perlu kiranya penyatuan yang dimaksud bukan hanya Kampus Makassar namun perlu juga Kampus diluar Makassar, apalagi kampus V UNM sudah dibuka jurusan selain PGSD,”katanya.

Mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) ini menjelaskan selain untuk meninjau langsung kondisi Kampus Pare-Pare, juga sebagai ajang silaturahim pengurus LK Kampus UNM Makassar dan Kampus UNM sektor Pare-Pare.

“Untuk meninjau keadaan kampus disana dan melakukan pendidikan massa terkait dinamika yg terjadi saat ini,”katanya.

BEM UNM beserta rombongan mengadakan dialog akademik bersama Lembaga Kemahasiswaan (LK) UPP Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kampus V, mahasiswa baru dan Ketua UPP di Kampus UPP PGSD Pare-Pare.

Ia menjelaskan dialog tersebut membahas dinamika LK, UKT dan surat edaran.”Kemudian lanjut dengan dialog seputar problematika yang terjadi di kampus Pare-Pare,”katanya.

Ia menambahkan fasilitas untuk mahasiswa PGSD sudah terbilang baik. Hanya saja prodi lain masih perlu banyak pembenahan.”Khusus PGSD sudah baik, hanya saja kelas prodi lain masih perlu pembenahan,” tambahnya.

Sedangkan, dari segi Lembaga Kemahasiswaan (LK) ia menilai LK UPP PGSD Pare-Pare patut mendapat apresiasi. “Sisa penguatan untuk menjadi mitra kritis,”katanya.

Mahasiswa angkatan 2013 ini mengungkapkan masalah yang banyak dihadapi oleh mahasiswa disana adalah realisasi UKT. “Kebanyakan lebih ke realisasi UKT yg telah dibayarkan terkhusus untuk kelas baru yg dibuka disana,” ungkapnya. (*)


*Reporter : Andi Asoka Ulfa

Share and Enjoy !

0Shares
0 0