Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-Universitas Negeri Makassar (UNM) saat melakukan aksi orange menggugat jilid dua di Jalan A.P. Pettarani depan Menara Pinisi, Rabu (27/9) - (foto - Dasrin - Profesi)
Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-Universitas Negeri Makassar (UNM) saat melakukan aksi orange menggugat jilid dua di Jalan A.P. Pettarani depan Menara Pinisi, Rabu (27/9) – (foto – Dasrin – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Birokrasi Universitas Negeri Makassar (UNM) dianggap kambing hitamkan Lembaga Kemahasiswaan (LK) se bagai penyebab drop out (DO) dini. Padahal berdasarkan riset yang dilakukan, sebagian mahasiswa berhenti karena biaya kuliah yang terlalu mahal.

Pernyataan  tersebut disampaikan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Syainal saat menyampaikan orasi pada aksi Orange Menggugat Jilid Dua di depan Menara Pinisi Jl. A.P. Pettarani, Rabu (27/9).

“Lembaga kemahasiswaan selalu dijadikan kambing hitam. Setelah kami melakukan riset, ternyata banyak mahasiswa yang DO karena mahalnya UKT dan pindah kampus karena tidak sanggup bayar uang kuliah,” ungkap mahasiswa jurusan PPKn ini.

Sementara Koordinator Lapangan (Korlap) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Abdul Rahman, mengatakan, penerus LK kedepannya akan terputus ketika hubungan antara senior dan junior dibatasi.

“Bagaimana peran lembaga kembali aktif ketika birokrasi mengeluarkan surat edaran larangan berorganisasi,” katanya.


*Reporter: Masturi

Share and Enjoy !

0Shares
0 0