Pembicara workshop, Bahar Rawallangi saat berdiskusi dengan mahasiswa Bestra FBS UNM di Panggung Daeng Pamatte FBS, Jumat (15/9) - (Foto: Karmila - Profesi)
Pembicara workshop, Bahar Rawallangi saat berdiskusi dengan mahasiswa Bestra FBS UNM di Panggung Daeng Pamatte FBS, Jumat (15/9) – (Foto: Karmila – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Bengkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan sharing karya menuju antologi 16 mata rindu. Kegiatan tersebut berlangsung di Panggung Daeng Pamatte FBS, Jumat (15/9).

Kepala Suku Bestra, Agus mengatakan, sebelum menerbitkan antologi puisi karya TA 16 ini, sengaja di diskusikan dengan menghadirkan penulis yang telah memiliki nama. Selain itu, warga FBS dan umum juga dilibatkan untuk mengevaluasi kematangan karya penulis juga berbagi pengalaman agar mampu melahirkan puisi-puisi tersebut.

“Ini untuk memberi apresiasi proses kreatif penulis, disamping bertujuan mengembalikan kejayaan sastra di Parangtambung, karena saat ini sastranya mengalami kemunduran dibanding sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

Lanjut, Mahasiswa Sastra Indonesia ini menambahkan, Bestra setiap minggu mengadakan sharing, dan ini merupakan ketiga kalinya. Pembicara dalam workshop ini yaitu Bahar Rawallangi yang juga tergabung dalam adat sastra Bestra FBS UNM.

“Ini akan terus berlanjut dengan pembicara yang berbeda tiap minggunya hingga buku tersebut diterbitkan,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk menjadi seorang penulis harus perbanyak pengalaman. Tentunya membangun relasi dengan para penulis yang sudah ahli dibidangnya.

“Tentunya yang utama adalah harus sering berlatih menulis, perbanyak membaca dan diskusi,” ungkapnya. (*)


*Reporter: Karmila

Share and Enjoy !

0Shares
0 0