Mahasiswa pertukaran Universitas Negeri Semarang (UNNES)-Univeristas Negeri Makassar (UNM), Ari saat menyampaikan orasi ilmiahnya pada aksi prakondisi "Orange Menggugat" di Lapangan Futsal FIS UNM, Kamis (14/9) - (Foto: Dasrin - Profesi)

 


Mahasiswa pertukaran Universitas Negeri Semarang (UNNES)-Univeristas Negeri Makassar (UNM), Ari saat menyampaikan orasi ilmiahnya pada aksi prakondisi “Orange Menggugat” di Lapangan Futsal FIS UNM, Kamis (14/9) – (Foto: Dasrin – Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa pertukaran Universitas Negeri Semarang (UNNES)-Univeristas Negeri Makassar (UNM), Arif ikut kritisi kebijakan birokasi UNM. Hal tersebut disampaikan dalam orasi ilmiahnya pada aksi prakondisi “Orange Menggugat” di Lapangan Futsal FIS UNM, Kamis (14/9).

Dalam orasinya, Ari menilai sistem pendidikan ada di pulau Jawa dengan di UNM sangat berbeda jauh.

“Masalah tentang UKT berbeda antara disini dengan di tanah Jawa,” ungkapnya.

Arif, mengaku dirinya merasa kasihan terhadap mahasiswa saat ini. Pasalnya hingga ke pelosok Indonesia pendidikannya pun masih tidak merata.

“Kasian sekali bangsa ini, banyak perbedaan sekali perbedaan di sistem pendidikan,” tambahnya.

Ia pun mengajak kepada mahasiswa untuk tetap bersatu untuk menyuarakan setiap masalah yang ada di UNM.

“Jangan mau diremehkan, kita satu bangsa dari sabang sampai merauke,” ujarnya. (*)


*Reporter: Wahyudin

Share and Enjoy !

0Shares
0 0