Qawiyyan Fitri, Mahasiswa FIP UNM. (Foto: Agung-Profesi)
Qawiyyan Fitri, Mahasiswa FIP UNM. (Foto: Agung-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Berbicara akan fashion tentu sangat menggugah perhatian remaja hingga orang dewasa.

Fashion sendiri merujuk pada mode berbusana seseorang, baik itu pakaian maupun aksesoris pendukungnya.

Gaya berpakaian individu dinilai merupakan cerminan identitasnya.

Busana dijadikan salah satu cara untuk mengekspresikan diri, terlebih jika apa yang dikenakan selaras dengan trend fashion kala itu.

Bagi kaum penggila fashion, tampil modis adalah cara untuk meningkatkan kepercayaan dirinya.

Hal tersebut diakui oleh Ketua Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Srikandi.

Menurutnya, mode berpakaian seseorang dipengaruhi tren busana kala itu. Segalanya dipenuhi rasa keinginan besar agar tak ketinggalan.

“Ikut tren nomor satu, setelahnya dilihat dari kenyamanan saat berbusana,” ucapnya melalui telepon.

Sejalan dengan berkembangnya zaman, dunia fashion juga semakin menonjol perkembangan dan perubahannya. Berbagai macam jenis, ragam dan bentuk pakaian selalu berubah dari hari ke hari.

Namun tak bisa dipungkiri, model jadulpun sangat berpeluang untuk populer di suatu masa.

Celana kulot misalnya, beberapa tahun terkahir ini menjadi pakaian yang digemari.

Celana ini pertama kali populer di masa pemerintahan Henry III dari Perancis pada 1500-an.

Kulot mulanya hadir sebagai celana ketat selutut, dan hanya dikenakan oleh para pria terhormat di Eropa.

Celana yang berbentuk pipa lebar ini juga pernah naik daun di era Victoria atau akhir abad ke-19.

Kala itu perempuan membutuhkan bawahan yang santai dan nyaman agar bebas bergerak saat menunggangi kuda.

Belakangan ini gaya busana vintage dengan kulot memang tengah digandrungi para wanita.

Potongan yang lebar membuat celana ini sangat nyaman dipakai serta cocok dipadupadankan dengan berbagai model atasan.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Qawiyan. Ia sangat suka memadukan kulot dengan baju apapun.

Kulot menurutnya bisa dikenakan di semua acara, baik formal maupun tidak. Postur tubuhnya yang tinggi sangat membantu untuk tampil menarik ketika mengenakan mode yang tren di tahun 1980 itu.

“Kalau ke kampus paketnya kulot sama kemeja. Kalau jalan biasanya dipadukan dengan kaos dan outer. Ke pesta dipasangkan sama baju berenda yang agak panjang,” ucapnya. (*)

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi Edisi 217

Share and Enjoy !

0Shares
0 0