Penerima anugerah dari delapan kategori oleh Menristekdikti pada malam apreasisasi Hakteknas yang digelar di Pelataran Menara Pinisi UNM (10/8). (Foto: Int)
Penerima anugerah dari delapan kategori oleh Menristekdikti pada malam apreasisasi Hakteknas yang digelar di Pelataran Menara Pinisi UNM (10/8). (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Malam apreasiasi peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 berlangsung di Pelataran Menara Pinisi UNM, Kamis (10/8).

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan anugerah iptek dan inovasi nasional kepada pegiat inovasi di Indonesia.

Ketua Umum Hakteknas, Jumain Appe mengatakan malam apresiasi anugerah iptek dan inovasi ini merupakan bagian dari pemberian penghargaan untuk seluruh stakeholder.

“Pemberian Anugerah Iptek dan Inovasi kami berikan kepada seluruh insan iptek yang sama-sama menggelorakan inovasi untuk membangun negeri,” kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi ini.

Sementara itu, Menristekdikti, Mohamad Nasir mengapresiasi para pegiat iptek yang telah menggelorakan inovasi.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para inovator iptek yang terus menggelorakan inovasi iptek kepada pengguna atau masyarakat,” ujarnya.

Adapun delapan kategori penganugerahan iptek dan inovasi tersebut yakni:

1. Budhipura, diberikan kepada Pemerintah Daerah Provinsi sebagai apresiasi atas prestasi dalam penguatan sistem inovasi di wilayahnya. Penghargaan Budhipura 2017 diberikan kepada Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sumatra Selatan dan Provinsi Riau.

2. Budhipraja, diberikan kepada Pemerintah Kab/Kota atas prestasi dalam penguatan sistem inovasi di daerahnya. Penghargaan Budhipraja diberikan kepada Kabupaten Sragen, Kabupaten Pelalawan, Kota Magelang.

3. Widyapadhi, diberikan kepada perguruan tinggi sebagai apresiasi atas prestasi dalam litbang menjadi produk inovasi melalui penguatan kelembagaan, sumber daya, dan jaringan inovasi. Penganugerahan ini diberikan kepada Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM).

4. Prayoga Sala, apresiasi terhadap prestasi LPNK, PUI atau Lembaga Penelitian dan Pengembangan untuk penguatan inovasi. Penghargaan Prayoga Sala diberikan kepada Puslit Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, PT. Riset Perkebunan Nusantara, Pusat Penelitian Teh dan Kina, PT. Riset Perkebunan Nusantara, Balai Besar Industri Agro, Kementerian Perindustrian.

5. Abyudaya, diberikan kepada sektor industri sebagai apresiasi atas prestasi dalam pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan menjadi produk inovasi. Penghargaan ini diberikan kepada PT. Biofarma (Persero) Tbk, LEN Industri (Persero) Tbk, PT. Dua Empat Tujuh.

6. Adibrata, sebagai apresiasi kepada masyarakat ilmiah atas prestasi dalam pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan menjadi produk inovasi. Penganugerahan ini diberikan kepada Dr. Eng. Januarti J. Ekaputra, MM, Prof. Dr. Abu Bakar Tawali, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nasikin, M.Eng.

7. Labdha Kretya, diberikan kepada masyarakat umum yang berprestasi menghasilkan inovasi.
Penghargaan ini diberikan kepada Roy Wibisono A. Prabowo, S.Si, Ir. Cepi Al-Hakim, M.Si., Ahmad Mursyid Rois.

8. Widya Kridha, apresiasi prestasi atas dukungan lembaga non pemerintah dan kelompok masyarakat dalam mendorong penguatan sistem inovasi. Penganugerahan ini diberikan kepada Bandung Technopark dan Pro Indonesia.

Selain anugerah iptek dan inovasi, juga diserahkan penghargaan kepada para pemenang Dosen Terbaik, Standar Penjaminan Mutu Internal, HKI, dan Penulis Artikel dan Foto Terbaik.

Selain Menristek dikti, dalam acara ini turut hadir Para Kepala Lembaga Pemerintah non Kementerian serta Pejabat Eselon I dan II Kemenristekdikti. (*)


*Reporter: Nurul Charismawaty S

Share and Enjoy !

0Shares
0 0