Dirjen Belmawa Kemenristekdikti, Intan Ahmad saat membawakan orasi ilmiah dalam oeringat Dies Natalis ke-56 UNM. (Foto: Dasrin-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Intan Ahmad mengatakan, para generasi muda masa kini, haruslah kompetitif dan bekerja lebih keras lagi. Melihat banyaknya tantangan yang akan dihadapi.

Hal ini dikatakanya, saat membawakan orasi ilmiah, dalam perayaan Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa (1/8) di Ruang Teater Menara Pinisi.

Dosen Institut Teknologi Bandung ini, menjelaskan, di tahun 2030 nanti ekonomi indonesia akan mencapai posisi tujuh, namun hal ini diikuti dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi. Tak hanya itu generasi muda juga ditantang lebih kompetitif.

“Ekonomi Indonesia akan mencapai posisi ke-tujuh di tahun 2030, mungkin kita punya demografi yang bagus, tapi yang dibutuhkan sekarang adalah keterampilan. Di masa sekarang kita juga diminta berkompetisi dengan berbagai pihak. itulah yang harus kita sampaikan ke generasi muda agar bekerja lebih keras lagi,” jelasnya.

Lanjut, dia menambahkan, ekonomi berbasis pengetahuan merupakan, sistem ekonomi yang harus diterapkan, bukan lagi ekonomi berbasis Sumber Daya Alam (SDA). Hal ini dikarenakan kemampuan serta pengetahuan pengelolaan SDA-lah yang harus dimiliki.

“Yang harus digunakan sekarang bukan hanya ekonomi berbasis SDA, tapi ekonomi berbasis pengetahuan. Meski kita punya SDA yang baik, kalau tidak punya pengetahuan untuk dikelola, tidak berguna juga,” tambahnya.

Dia juga menarik contoh, dari negara maju seperti Singapura dan Jepang yang memiliki SDA jauh lebih sedikit dari Indonesia, tapi lebih maju dalam bidang ekonomi.


*Reporter: Faisal Fajar

Share and Enjoy !

0Shares
0 0