Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM), Mudabbir. - (Foto: Ist.)
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM), Mudabbir. – (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) Mudabbir, menilai kuota calon mahasiswa baru (maba) yang lulus melalui jalur Mandiri tak logis. Pasalnya, diantara ketiga jalur penerimaan maba, jalur Mandiri lah yang jumlahnya mendominasi, 3.126 dari 5.521 pendaftar.

(Baca juga: Ini Jumlah Mahasiswa Baru yang Diterima UNM Tahun 2017)

Berdasarkan ketetapan penerimaan maba oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), masing-masing PTN hanya bisa menjaring minimal 30% jalur SNMPTN dan SBMPTN, serta maksimal 30% melalui jalur Mandiri. Namun lain hal dengan UNM yang bertentangan dengan ketetapan tersebut, menghampiri 50% mahasiswa Mandiri nya.

(Baca juga: UNM Lampaui Batas Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri)

“Kami menganggap pihak UNM telah keliru dan diskriminatif dalam menentukan langkah kelulusan camaba. Apalagi secara regulatif sudah tidak sesuai,” keluh mahasiswa Jurusan Psikologi ini.

Mudabbir menambahkan, ketika ditanyai terkait hal ini, birokrasi UNM berkilah bahwa membludaknya mahasiswa baru jalur Mandiri lantaran banyak yang tak melakukan pendaftaran ulang pada jalur SNMPTN dan SBMPTN. Di sinilah letak ketidak logisannya, calon mahasiswa akan mempertimbangkan untuk menolak kampus yang telah berlabel A.

“Tidak mungkin kampus akreditasi A ditolak oleh camaba sekitar dua ribu orang,” ujarnya. (*)


*Reporter: St. Aminah