Lima mahasiswa UNM bersama masyarakat Endrekang mengolah Dangke menjadi Bakso Dangke. (Foto: Ist)
Lima mahasiswa UNM bersama masyarakat Endrekang mengolah Dangke menjadi Bakso Dangke. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Lima Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Suriany Sukardi dan empat rekannya, Nur Rahma Azhari, Rizky Wahyudi, Adiningsih, dan Nur Athiyyah Fadhilah ajak masyarakat kembangkan kuliner lokal di Desa Bamba, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang (4/6) untuk memanfaatkan olahan makanan khas menjadi peluang usaha melalui Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) program Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dengan mengangkat judul “Pemanfaatan dan Pengolaan Dangke menjadi Bakso Dangke dalam Peningkatan Pendapatan Masyarakat”, Suriany Sukardi bersama keempat temannya mengembangkan olahan Dangke yang merupakan hasil fermentasi susu sapi yang biasanya digunakan sebagai lauk pauk pendamping nasi kemudia diolah menjadi bakso dangke.

“Dangke yang menjadi bahan utama pembuatan bakso merupakan makanan khas daerah Enrekang” ujar Suriany.

Pembuatan Bakso Dangke ini disambut antusias oleh warga setempat khususnya Ibu-ibu rumah tangga dan remaja pengangguran. Bahkan mereka berencana untuk mengembangkannya menjadi peluang usaha.

“Masyarakat merespon baik dan mereka ingin mengembangkan produk kami ini ke tahap yg lebih serius dengan menjadikan produk ini sebagai peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Enrekang,” tambahnya.

Adapun program ini meliputi penyuluhan berupa pemberian materi kepada peserta, pelatihan berupa praktik pembuatan bakso, penjualan yang kemudian akan ditinjau hasilnya dan pemberian fasilitas berupa alat dan bahan saat pelatihan, serta pembuatan desain kemasan bakso dangke yang siap dipasarkan. (*)


*Reporter: Karmila