Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti saat launching beasiswa Ristek Dikti di Jakarta, Senin (5/6) - (Foto: Ist)
Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti saat launching beasiswa Ristek Dikti di Jakarta, Senin (5/6) – (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) memberikan tiga jenis beasiswa bagi dosen dan sarjana yang ingin melanjutkan studi S-2 dan S-3. Beasiswa yang pendaftarannya telah dibuka sejak 5 juni ini, telah ditetapkan jumlah kuota untuk ketiga beasiswa.

Dilansir dari halaman resmi Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti). Kuota yang diberikan, yakni 1.000 penerima untuk BPP-DN, 150 penerima beasiswa Afirmasi PTNB, dan 250 beasiswa PMDSU.

Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti, menuturkan, pemberian beasiswa ini dikarenakan jumlah dosen akan semakin menurun hingga tahun 2021 nanti. Ini merupakan solusi yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut.

ā€œSampai 2021 lebih dari 6.000 dosen akan pensiun. Oleh karena itu, beasiswa ini menjadi terobosan untuk meningkatkan kapasitas dosen dan mencetak sumber daya iptek dikti dari sarjana unggul,ā€ tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/6).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, beasiswa PMDSU yang diberikan untuk mahasiswa adalah dana bantuan penelitian serta bimbingan penulisan. Sementara bagi promotor berupa kerja sama ke perguruan tinggi atau lembaga luar negeri.

“Fasilitas pendanaan beasiswa PMDSU berupa hibah penelitian untuk mahasiswa sebesar Rp50-60 juta per tahun dan mendapat bimbingan penulisan publikasi ke luar negeri. Bagi promotor, mereka akan difasilitasi kerjasama SAME PMDSU ke perguruan tinggi atau lembaga luar negeri,ā€ tambahnya.

Untuk info lebih lanjut dapat melihat website http://beasiswa.ristekdikti.go.id dan http://sumberdaya.ristekdikti.go.id atau akun Twitter serta Instagram resmi @ditjensdid.


*Faisal Fajar

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0